Luka anak pertama

Luka anak pertama

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 5, 2025
WpInfo
Non-Fiction
Naura, atau Ara, adalah anak pertama yang terbiasa mengalah. Sejak kecil, ia hidup dalam bayang-bayang, kurang mendapat perhatian dari orang tuanya yang lebih sibuk dengan adik-adiknya. Ia tumbuh menjadi gadis ceria dan penuh senyum, tetapi di balik itu, ada luka yang ia sembunyikan rapat-rapat. Bentakan dan tuntutan menjadi makanan sehari-harinya. Setiap kesalahan kecil berujung pada kemarahan, sementara adik-adiknya selalu dimaklumi. Ara belajar diam, menekan emosinya, takut kalau suaranya hanya akan dianggap sebagai bentuk pembangkangan. Ia menelan semua rasa sakit sendirian hingga akhirnya trauma itu menghantui setiap langkahnya. Suara keras membuatnya gemetar, pertengkaran membuatnya sesak. Bahkan ketika seseorang mencoba menyayangi dirinya, ia selalu bertanya apakah ia pantas dicintai? Hingga suatu hari, semua kepedihan itu meledak. Ara yang selalu diam akhirnya mencoba melawan. Namun, yang ia dapatkan hanyalah bentakan yang lebih keras. "Jangan melawan orang tua!" "Kamu ini kenapa, Ara? Berani sekali bicara begitu!" Saat itu, Ara sadar. Tak peduli sekeras apa pun ia berusaha, ia tetap tak akan didengar. Ia tak bisa terus hidup dalam ketakutan, tak bisa terus mengorbankan dirinya sendiri. Tetapi bagaimana cara menyembuhkan luka yang begitu dalam? Bagaimana jika ia sudah terlalu terbiasa menjadi kuat hingga lupa bagaimana cara meminta pertolongan? "Luka" adalah kisah tentang seorang anak pertama yang mencari kebebasan dari trauma, berjuang untuk didengar, dan belajar bahwa ia juga berhak dicintai bukan hanya sebagai seorang kakak, tetapi sebagai seorang manusia.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Puing luka
  • Waktu?
  • Silence In Their Minds
  • Diary Raka [Selesai]
  • DIMANA RUMAHKU
  • JANJI TANPA SUARA
  • Sudut Luka Nazea
  • Hidden Scars ✓
  • When Two Hearts Collide

"Malam itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan." Aluna kehilangan segalanya dalam satu malam-rasa aman, harga diri, dan harapan. Ia hancur oleh luka yang tak terlihat mata, tapi mengoyak jiwanya habis-habisan. Kehamilan yang datang dari pemerkosaan membuatnya ingin menyerah. Namun dalam reruntuhan hidupnya, ada dua hal yang terus menahannya agar tetap berdiri: keluarga yang tak pernah berhenti mencintai, dan janin kecil dalam rahimnya yang menjadi alasan untuk bertahan. Sejak itu, Aluna membenci laki-laki. Ketakutannya begitu dalam, hingga setiap tatapan dan suara laki-laki bisa membuat tubuhnya gemetar. Tapi ia tidak bisa menolak kehadiran laki-laki itu-sosok yang bertanggung jawab, yang tak pernah pergi, yang terus mengirim bunga, hadiah, dan surat-surat haru berisi penyesalan serta doa. "Aku tahu aku tak bisa menghapus malam itu. Tapi setiap langkah yang kamu ambil hari ini, adalah langkah keberanian luar biasa. Kamu tidak sendirian." - A. Hari demi hari, tembok kebekuan di hati Aluna mulai retak. Bukan karena dia lupa, bukan karena dia memaafkan dengan mudah, tapi karena perlahan, ia mulai membuka diri terhadap kemungkinan: bahwa tidak semua luka harus berdarah selamanya. Akankah Aluna mampu menghadapi masa lalunya? Mampukah ia membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupnya lagi-meski dari kejauhan? Sebuah kisah tentang luka, keberanian, dan cinta yang lahir dari kehancuran. Untukmu yang sedang berjuang: kamu tidak sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines