Bungonya Maninjau

Bungonya Maninjau

  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Feb 6, 2025
Kau bagaikan bunga sepatu yang tumbuh liar di pinggir danau Maninjau, yang apabila kupetik, bunga itu akan mati. Aku tidak ingin merusak, sudah cukup bangsaku merusak tanah kelahiranmu. Aku hanya mau kau tersenyum, memancarkan aura teduh yang kadang tidak kau sadari membuat hatiku berdebar. Short story - historical fiction Copyright © 2025 by Nortonclassic
All Rights Reserved
#10
minangkabau
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐀𝐤𝐮 (bukan) 𝐒𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐍𝐲𝐚𝐢  [END]
  • Indurasmi Batavia✧ [𝒂 𝒉𝒊𝒔𝒕𝒐𝒓𝒊𝒄𝒂𝒍 𝒇𝒊𝒄𝒕𝒊𝒐𝒏]
  • Gundik
  • STETOSKOP TUA
  • BLOODSSOM : Blood & Blossom
  • About String
  • SAUJANA
  • Egbert Van Loen, 1935. [LJN]
  •  𝐄𝐥𝐢𝐳𝐚𝐛𝐞𝐭𝐡 [END]

Kebencianku terhadap bangsa Belanda telah mengakar sejak jiwa ini lahir di atas tanah jajahan, sebagai kaum golongan terbawah berstatus budak di negeri sendiri. Kemiskinan adalah hal lumrah. Kelaparan merajalela saban hari. Tubuh-tubuh kurus lelaki pribumi berbajukan kain goni berkebalikan dengan Tuan-Tuan Eropa murni. Bukan tanpa alasan pendatang kulit putih itu di benci masyarakat, mereka memonopoli kekayaan tanah Nusantara, membawanya ke Eropa untuk membangun kejayaan negeri Belanda. Adapun, para Londo itu memperlakukan kami dengan sangat buruk. Hingga hari itu merubah segalanya... Bagai menjilat ludah sendiri, aku terjerat dalam pesona seorang perwira Belanda. [ 𝐇𝐢𝐜𝐭𝐨𝐫𝐢𝐜𝐚𝐥 - 𝐅𝐢𝐜𝐭𝐢𝐨𝐧 ] -Cerita sudah terbit dan MASIH LENGKAP. versi cetak lebih panjang

More details
WpActionLinkContent Guidelines