Bungonya Maninjau

Bungonya Maninjau

  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Feb 6, 2025
Kau bagaikan bunga sepatu yang tumbuh liar di pinggir danau Maninjau, yang apabila kupetik, bunga itu akan mati. Aku tidak ingin merusak, sudah cukup bangsaku merusak tanah kelahiranmu. Aku hanya mau kau tersenyum, memancarkan aura teduh yang kadang tidak kau sadari membuat hatiku berdebar. Short story - historical fiction Copyright © 2025 by Nortonclassic
All Rights Reserved
#10
minangkabau
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gundik
  • Let Me Love You [TERBIT]
  • About String
  • STETOSKOP TUA
  • SAUJANA
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • Egbert Van Loen, 1935. [LJN]
  • AKHIR PERMULAAN [SELESAI]
Gundik

Biarkan aku bercerita, Kalian mungkin akan berpikir ini adalah tragedi, tapi tanpa cerita ini aku tidak akan pernah bangga menjadi gadis pribumi Hindia Belanda. Jika aku bisa memilih, aku tidak mau lahir di dunia seperti ini. Begitu juga dengan kalian semua, yakinlah tidak ada yang cukup waras untuk ingin menjadi seperti ku. Dijual, tidak bermartabat, dianggap sampah, tidak berharga. Aku tidak pernah bermimpi akan merasakan kebahagiaan ini, bahkan untuk mengimpikannya saja aku tidak berani. Apalah arti diriku yang hanya seorang gundik. Sampai Jack , seorang tentara Belanda hadir bagai malaikat penolongku, tapi ternyata hal ini tidak seindah angan-anganku. Kisah ini bercerita tentang suatu masa di mana yang dijajah menjalin cinta dengan penjajah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines