Rembulan dulu

Rembulan dulu

  • WpView
    Membaca 94
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jan 18, 2026
Luna, seorang wanita muda yang terperangkap dalam rutinitas kota Jakarta yang bising, merasa jiwanya terisolasi di balik layar kehidupan yang tampak sempurna. Kehilangan ibunya di masa kecil dan dinding yang tinggi antara dirinya dan sang ayah membuatnya melangkah tanpa arah, seolah hidupnya hanyalah bayangan dari kenyataan. Namun, setiap malam, ia menemukan pelarian di balkon apartemennya. Bukan pada dunia yang ada di bawah, tapi pada kedamaian yang ia rasakan saat memandang langit malam. Pada suatu malam, dalam mimpi yang aneh, Luna kembali menjadi gadis kecil yang berlari di pantai, merasakan kehangatan ibunya, dan berlari ke sebuah pohon besar di tengah hutan. Di sana, sebuah bayang-bayang mengusik, seperti suara yang tak terdengar namun terasa di hati. Terbangun dari mimpi itu, ada kekosongan yang lebih dalam-perasaan bahwa ada sesuatu yang ia lupa, yang tersembunyi di balik kenangan dan waktu. Dalam perjalanan mencari arti dirinya, Luna harus menguak misteri yang terpendam, menghadap masa lalu yang lama terkubur, dan menemukan jalan menuju dirinya yang sesungguhnya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#385
tekateki
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Harmoni Ombak Dan Lensa [LENGKAP]
  • Tempat Pulang: Cerita Cristal & Arka
  • THE LAST HORIZON
  • Anak Angkat [AFFAIR]
  • Introvert Husband (TAMAT)
  • JANGAN DULU MENYERAH, ALUNA
  • DI BALIK DERU MESIN
  • My Home ✔ (KARYAKARSA)

Aruna Elina, seorang gadis remaja berusia 17 tahun, selalu menemukan ketenangan di pantai-tempat ia merasa bebas dari bayang-bayang penyakit jantung bawaan yang selama ini membatasi langkahnya. Dengan kamera di tangannya, Aruna menangkap setiap momen: senja yang hangat, jejak ombak di pasir, dan burung camar yang terbang bebas. Bagi Aruna, setiap jepretan adalah cara untuk mengabadikan keindahan dunia yang mungkin tidak selamanya bisa ia nikmati. Suatu hari, di salah satu perjalanan ke pantai favoritnya, ia bertemu dengan Aksa, seorang pemuda pendiam yang gemar melukis pemandangan laut. Aksa, yang awalnya terlihat dingin dan misterius, perlahan mulai membuka diri kepada Aruna. Lewat percakapan mereka, Aksa mengungkapkan bahwa ia pernah kehilangan adiknya yang memiliki kondisi serupa dengan Aruna. Dalam waktu singkat, keduanya saling memahami dan menemukan kedamaian dalam kehadiran satu sama lain. Namun, kondisi Aruna semakin memburuk, dan harapan untuk menjalani operasi transplantasi jantung semakin kecil. Meskipun begitu, Aruna tidak ingin menyerah pada rasa takut. Bersama Aksa, ia membuat daftar impian sederhana yang ingin diwujudkan-dari menyaksikan matahari terbit di puncak bukit hingga menggelar pameran foto bertema "Hidup dari Mata Seorang Pengamat." Dalam perjuangannya, Aruna belajar bahwa hidup bukan tentang berapa lama kita memilikinya, tetapi bagaimana kita mengisinya. Di tengah senja terakhir yang ia abadikan, Aruna menemukan arti cinta, keindahan, dan keberanian yang lebih besar dari semua keterbatasannya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan