Story cover for AMARA by Ryunnim
AMARA
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Feb 05, 2025
Dia datang ketika hati saya masih belajar berdetak dengan benar. Ia tumbuh pelan serupa angin yang jinak, namun saya menyambutnya dengan genggaman yang terlalu erat, seakan takut ia hilang sebelum sempat dimiliki.

Dari ketakutan itu lahir tuntutan, dari luka yang tak tersentuh tumbuh keegoisan yang tak sengaja melukainya. Ia pergi tanpa kata, hanya sepotong hening yang terasa seperti pintu ditutup pelan.

Dalam sunyi yang tertinggal saya mengerti, beberapa orang tidak hilang karena tak mencinta, tetapi karena kita belum tahu cara menjaga mereka tetap tinggal.

                                             Ryunnim_.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add AMARA to your library and receive updates
or
#25sadorhappyending
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Unwanted Vows cover
Lockdown Bareng Om cover
Kiss & Play [21+] cover
GAVIN 21+ cover
Selir Tuan Wiratmodjo cover
After Taste cover
DAMIAN cover
WEDDING VOWS cover
OBSESSED cover
I Love You But I'm Letting Go  cover

Unwanted Vows

34 parts Ongoing

Pernikahan yang didasari atas mandat orang tua membawa Pradipta dan Naysila ke dalam sebuah sandiwara panjang yang melelahkan. Di hadapan Rayden dan Alden, mereka adalah potret orang tua sempurna yang melimpahkan kasih sayang tanpa celah. Namun, begitu pintu kamar tertutup dan suara tawa anak-anak menghilang, kemesraan itu menguap begitu saja, menyisakan keheningan yang menyesakkan dan jarak yang tak kasat mata. ​Pradipta merasa dua putra sudah lebih dari cukup untuk meneruskan garis keturunannya, sekaligus menjadi batas akhir dari kewajibannya sebagai suami dalam ikatan tanpa cinta ini. Dia mengunci rapat hatinya, memastikan tidak ada lagi ruang untuk kehadiran baru yang bisa memperumit keadaan. Baginya, komitmen mereka hanyalah sebatas membesarkan anak, bukan untuk saling memiliki seutuhnya. ​Naysila bertahan dalam dinginnya sikap sang suami dengan ketulusan yang sulit dinalar, mencoba menelan pahitnya penolakan demi keutuhan rumah tangga yang mereka bangun di atas fondasi rapuh. Namun, takdir memiliki rencana lain yang tidak pernah mereka duga sebelumnya. Satu kelalaian membawa mereka pada kenyataan yang paling dihindari oleh Pradipta. Garis dua pada alat uji kehamilan itu menjadi awal dari babak baru yang penuh ketegangan, memaksa keduanya untuk menghadapi rahasia yang selama ini terkubur di balik sumpah yang tidak pernah diinginkan. [Don't copy my story!]