Menguero : Shimkongz

Menguero : Shimkongz

  • WpView
    Reads 2,790
  • WpVote
    Votes 237
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 20, 2025
Hidup Cane selalu berada di balik bayang-bayang dua saudaranya yang sempurna. Ia dituntut untuk menjadi tanpa cela, namun potensi nya seolah ditekan. Setiap langkahnya diawasi, setiap pilihannya dikendalikan. Ayahnya tak pernah benar-benar membiarkannya bebas. Ketika usianya mulai menuntut kebebasan, Cane bertemu Grey, pemuda berambut cokelat dengan sorot mata liar, yang datang bagai badai dalam dunianya yang terkekang. Theo, satu-satunya teman yang selalu ada di sisinya sejak kecil, merasakan perubahan itu. Protektifnya berubah menjadi obsesi, seolah Cane adalah sesuatu yang tidak boleh disentuh oleh siapa pun. Lalu, sebuah fakta menghantamnya seperti petir. Mimpi-mimpi yang terasa begitu nyata, bayangan perang yang pernah terjadi berabad-abad lalu, semua bukan sekadar ilusi. Masa lalunya bukan hanya bayangan samar, tetapi sejarah yang telah terkubur selama tiga abad. Dulu, ia adalah bagian dari legenda yang mengguncang dunia. Darahnya, warisan dari entitas primordial, adalah kunci yang diinginkan oleh banyak pihak. Membuka segel yang seharusnya tetap tertutup, memberikan keabadian, atau membawa kehancuran. Karena darah itulah, perang meletus. Karena darah itulah, ia kehilangan nyawanya. Tiga ratus tahun kemudian, Theo dan Grey yang telah bekerja keras, akhirnya menemukannya kembali. Dan kali ini, mereka tidak akan membiarkannya jatuh ke tangan siapa pun. Di tengah konspirasi yang lebih besar dari yang bisa ia bayangkan, Cane hanya punya satu pilihan: Mengorbankan dirinya sekali lagi demi dunia, atau menyerahkan takdirnya pada dua pria yang bersumpah tidak akan pernah kehilangannya lagi. -not bxb! -bromance detected!
All Rights Reserved
#29
shimkongz
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Pulang
  • [ⅱ] Akuma of Eternity || Treasure ft. Enhypen
  • Hingga Tak Ada Lagi Luka
  • BANDHANA
  • Hingga Aku dilahirkan Kembali /Jiwoong [Hiatus]
  • BOOK I : Soul Fragment
  • My Eyes is Yours
  • My Journey To Your Soul

Apa itu rumah? Beberapa orang, mungkin akan menjawab tanpa pikir panjang bahwa rumah adalah sebuah bangunan untuk beristirahat, tempat biasa mereka untuk tidur, makan, dan lain sebagainya. Namun bagi Yegan, rumah baginya lebih dari itu semua, rumah baginya adalah tempat dimana ada.. Bang Jendra, abang yang walaupun terlihat tegas tapi sebenarnya adalah sosok yang hangat layaknya seorang ayah. Koko Hao, kakak yang walaupun suka mengomel tapi sebenarnya adalah sosok yang perhatian layaknya seorang ibu. Bang Harsa, abang yang bisa menjadi tempatnya bersandar jika ia sedang ada masalah dan butuh solusi. Kak Marchel, kakak yang selalu memperlakukannya layaknya adik yang paling ia sayang dan ia jaga. Juga salah satu mood booster yang paling bisa membuatnya tertawa. Kak Tara, kakak yang paling bisa menghiburnya saat sedang bersedih, alunan musik indah dari petikan gitar dan suara lembut pemuda itu selalu sukses membuat mood Yegan kembali naik. Bang Ginan, kakak sepupunya ini adalah sosok yang paling mengenal dan memprioritaskan dirinya lebih dari hal apapun. Menjaganya bagai berlian rapuh yang mungkin bisa retak atau rusak kapan saja. Ko Riki, kakak yang walau tsundere, selalu bisa memperlihatkan perhatian kecilnya lewat hal-hal yang bahkan tak ia sadari. Keroyalannya sama sekali tidak perlu diragukan. Dan yang terakhir, Bang Guno, abang yang selalu mengajaknya bermain layaknya teman seumuran, membuatnya sama sekali tak pernah merasakan apa arti kata kesepian. Yegan rasa, mereka adalah kumpulan orang berharga yang tuhan beri sebagai balasan atas setiap rasa sakit yang anak itu terima. Dan dari dalam lubuk hatinya yang terdalam ia berharap, mereka akan selalu seperti ini. "Semuanya mari bersama untuk waktu yang lama."

More details
WpActionLinkContent Guidelines