ANTARA MENCINTAI DAN DICINTAI

ANTARA MENCINTAI DAN DICINTAI

  • WpView
    Reads 373
  • WpVote
    Votes 134
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 12, 2025
menceritakan tentang seorang gadis yang mempunyai keluarga yang harmonis yang membuat dirinya lebih terbuka dengan orang tuanya namun dia tidak bisa terbuka di dunia Maya bahkan di sosmed dia tak pernah menampakkan wajahnya hanya setengah badan dan dia pun juga tak pernah dekatt dengan cowo,namun pada saat dia SMA dia mulai tertarik dengan orang yang pernah yang menolongnya saat sedang diganggu oleh preman¹,namun siapa sangka ada seseorang yang diam¹mencintai dia. ***** Guyss Ini merupakan cerita pertama yang saya buat, jika ada salah kata Penulis atau pun alurr mohon dimengerti. Jangan lupa vote and comment yaa.. Selamat membaca,semoga suka🌻.
All Rights Reserved
#19
wattap
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • 04:Love Struggle✔
  • should we be together?
  • FIZYA
  • As Time Allows
  • STM Punya Cerita
  • ALEYA~~
  • Different [END]
  • Let Me Love You Longer
  • Strong Girl Michella (END)

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines