We Are One | FOF

We Are One | FOF

  • WpView
    Reads 789
  • WpVote
    Votes 78
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 18, 2025
[DIS] Terperangkap di dalam kuil, kemanapun bergeraknya bola mata berusaha mencari sudut pandang berbeda, hanya berakhir menemukan bebatuan kuil dingin sepanjang jalan. Ruangan-ruangan bersekat dinding yang menjulang tinggi, menyimpan rahasia tersendiri. Beberapa tertarik menjelajahi, berharap menemukan jalan keluar untuk lepas dari kehidupan yang memperbudak dan mengikat jiwa mereka di dalam kuil. Namun, jiwa-jiwa penasaran itu, selalu berakhir tanpa kabar, menghilang tanpa bekas, seolah memberi peringatan, bahwa siapapun tidak akan pernah bisa melepaskan diri dari rantai jahat yang sudah tersusun rapi. Mampukah para manusia yang dijuluki sebagai 'Alat Pembunuh' keluar dari lingkaran kuil iblis tersebut? Apakah selamanya mereka akan terikat dengan jiwa iblis yang bersosok 'Topeng Merah'? 👹☠️ Harapan mereka hanya satu, yaitu bertahan hidup... Namun, dengan dosa pembantaian dalam penuntasan misi kuil iblis, apakah mereka masih pantas berharap untuk hidup? Sepasang fragmen kunci kuno, buronan penguasa-penguasa buta kemanusiaan. Mampukah mereka mengawal kekuatan tersebut menuju pintu kedamaian? Fanfiction Page Brothership/Bromance
All Rights Reserved
#13
yinglong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LUNAR VEIL: The Hidden Path
  • Bloody Escape [ Yebai ]
  • MY JOURNEY TO FORTUNE (END)
  • Another Chance to Live || ZhuChen✔
  • Why Me? (END)
  • Journey After the Fate 1 (Fangs of Fortune)
  • 𝐋𝐈𝐄𝐒, 𝐋𝐈𝐅𝐄, 𝐋𝐎𝐕𝐄
  • T R A G E D Y [END]
  • MISTERI KASTIL TUA DI TENGAH HUTAN (Vampire)
  • Beloved Man Of The God's

Hidup dengan bekerja keras setiap harinya, begitulah kehidupan yang Yuanzhi jalani. Dirinya tidak keberatan dengan hal itu, tapi yang namanya pemikiran seorang remaja yang bahkan belum dewasa. Pasti terselip sebuah keinginan konyol untuk mengubah takdirnya agar menjadi lebih baik dengan cara yang instan. Yuanzhi tidaklah hidup kekurangan, tapi tidak juga memiliki harta berlebih untuk dihamburkan. Sehingga dengan kesadaran dirinya sendiri Yuanzhi mulai mencicil beberapa pekerjaan yang menghasilkan uang-tentu saja dengan bakat dan kemampuan yang bisa dilakukannya. Walau tidak ada keterpaksaan, bahkan sebetulnya orang tua dan kakaknya berkata untuk tidak mengambil pekerjaan. Namun Yuanzhi tetap bersikeras, tidak lain untuk mendapatkan hal yang diinginkannya menggunakan kedua tangannya sendiri tanpa harus membebani keluarganya. Tapi begitu, lambat laun melihat teman-teman seumurannya dengan mudah bisa mendapat apapun yang mereka inginkan dan tanpa melalui kerja keras yang panjang. Membuat rasa ingin disisi hati kecilnya yang lama kelamaan rasa ingin menjadi seperti mereka bertambah besar. Hingga suatu malam, tepat pada saat bulan purnama. Sepulang bekerja dari pekerjaan paruh waktunya disebuah café, Yuanzhi teringat dengan sebuah iklan internet konyol yang berkata. 'Buatlah permintaan tepat pada saat malam bulan purnama.' Yuanzhi yang mungkin dalam alam bawah sadarnya mengharapkan sebuah kejaiban, akhirnya dengan spontan berkata dalam hatinya. Dirinya ingin hidupnya menjadi lebih baik, tidak banyak bekerja keras dan terus mendapatkan apa yang dia inginkan. Yang membuatnya terkejut adalah, pada saat membuka mata keesokan paginya. Permintaan konyolnya benar-benar terkabul. Hidupnya berubah, jauh lebih baik. Menjadi keluarga kaya raya dengan harta yang melimpah ruah. Tapi ada satu hal yang aneh, yang membuat Yuanzhi lambat laun menyesali permintaannya. Tidak banyak bekerja keras, itu benar-benar terkabulkan, tapi dengan cara yang tidak pernah disangkanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines