Story cover for Argantara School  by Halu_Melody
Argantara School
  • WpView
    Reads 544
  • WpVote
    Votes 100
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 544
  • WpVote
    Votes 100
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Feb 06, 2025
Lucius Mahendra, seorang siswa pindahan yang baru bersekolah di Argantara School, awalnya Lucius tidak menyadari ada yang aneh di sekolahnya sampai pada suatu saat dia menemukan sebuah papan permainan di taman sekolah. 

Ternyata 2 tahun silam, papan permainan itu sudah di buang karena jika ada yang memainkannya maka seluruh sekolah akan terjebak di sekolah ini, mereka di kendalikan oleh seseorang untuk ikut bermain permainan yang berjudul "Dark game"

Sebelumnya papan permaian itu sudah memakan korban lebih dari setengah penduduk sekolah, dan pelaku dari papan permainan itu belum di temukan sampai sekarang, dan mungkin sekarang korban akan kembali berdatangan karena ulah Lucius.

. 

. 

- Cerita ini bukan bl atau sejenisnya. 
- Cerita ini murni pemikiranku sendiri. 
- Tolong jangan jiplak karyaku. 
- Tolong hargai apa yang aku tulis. 
- Maaf jika tulisanku belum sempurna. 
- Jangan berkata tidak sopan. 
- Jika tidak suka maka boleh jangan di baca.
- Update setiap hari Kamis.
All Rights Reserved
Sign up to add Argantara School to your library and receive updates
or
#152argantara
Content Guidelines
You may also like
SACRIFIER | ONGOING and REVISION  by AliffyaKhansa
28 parts Ongoing
Semakin kelam malam merentang, semakin jelas cahaya bintang-bintang bersinar. Begitu pula manusia-semakin keras hidup menekan, semakin terasah keteguhan hati dan jiwanya. Dan ketika semua pintu seolah tertutup, sering kali di sanalah keajaiban memilih untuk mendekat. Akna Narusea Abimana adalah seorang laki-laki berparas menawan, dengan hati yang lembut dan kebaikan yang nyaris tak pernah ia pamerkan. Sosoknya dingin, tertutup, seakan tak bisa disentuh siapa pun. Hanya tiga sahabat yang benar-benar memahami dirinya-yang tahu bahwa di balik diamnya, ada luka yang tak pernah selesai. Dunia Narusea hanyalah musik. Tak ada ruang lain yang ia izinkan masuk. Tentang ayah dan bundanya? Bagi Narusea, mereka telah lama mati-setidaknya di dalam hatinya. Untuk bertahan dan membiayai kuliahnya, ia bekerja paruh waktu di sebuah kafe milik keluarga sahabatnya, menjalani hari demi hari dengan sunyi yang setia menemani. Hidupnya hampa, sampai kehadiran seorang anak tetangga yang bernasib serupa dengannya. Seorang bocah yang juga ditinggalkan oleh keadaan. Sejak saat itu, Narusea memilih mengambil bocah itu ke dalam hidupnya-menjadikannya adik, sekaligus alasan baru untuk tetap bertahan. Namun, bagaimana jika suatu hari ia harus berhadapan kembali dengan orang tua kandungnya? Akankah ia sanggup membuka hati yang telah lama terkunci, atau justru membiarkan kebencian mengambil alih segalanya? Inilah kisah Akna Narusea Abimana-seorang laki-laki yang berjalan sendirian di tengah kerasnya dunia. Tentang pengorbanan yang tak pernah meminta balasan, dan perjuangan yang tak pernah benar-benar usai. Ikuti jejak langkahnya, dan saksikan bagaimana hidup membentuknya perlahan, dengan caranya sendiri. ⚠️NO PLAGIAT⚠️ Sedang dalam penulisan dan revisi ya, mohon dimengerti 🤗 Hai, aku membawa anak baru. Saksikan terus ya. Dadah
You may also like
Slide 1 of 9
Lucallen Adam cover
SIRAUT SIRAH [REVISI] cover
Saranjana [END]  cover
Dark Angel [END] cover
Garusaturn [BL] cover
ANAI [END] cover
DI BALIK ANDROMEDA (END/REVISI ULANG)  cover
SACRIFIER | ONGOING and REVISION  cover
Page [END]  cover

Lucallen Adam

30 parts Complete Mature

[END] [Cerita membosankan] [Brothership not BL!] Luca, anak laki-laki berusia 14 tahun. Ia sedang duduk ditepi kasur sambil menyeka darah yang mengalir keluar dari hidungnya. Tiba-tiba terdengar suara gebrakan pintu, tapi ia memilih acuh. Sibuk dengan kegiatannya yang sedang menyumbat darah mimisannya menggunakan tisu. Brak Luca menatap beberapa orang yang menerobos masuk kamarnya, semua berpakaian hitam dan berbadan atletis. Luca menatap mereka sedikit tidak peduli, "Siapa kalian?" Salah seorang dari mereka berbisik, dan kemudian satu orang diantara mereka pergi keluar. Satu orang lagi, mendekat ke arah Luca. Luca yang masih melihat orang yang sedang mendekatinya itu, kini membuang tisu berdarah itu ke sembarang arah. "Aish, sial." Luca menatap tajam mereka semua yang berada dalam kamarnya. Cover? Pinterest!