Semester Blues

Semester Blues

  • WpView
    Reads 197
  • WpVote
    Votes 79
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 17, 2025
"Susah ya, jalani ini semua" ujar Dimas sembari meletakkan bukunya. "Ga susah kok, asal kita mau berusaha dan tidak menyerah aja" ujar Rika sambil tersenyum kepada Dimas. Dimas Alvaro Pratama, anak terakhir dari kedua bersaudara kini harus berjuang melawan kerasnya kehidupan. Pria berusia 18 tahun itu kini sedang menekuni karirnya dengan mengambil program studi Psikologi. Namun, kuliah di jurusan tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan, ia seringkali mengalami semester blues di setiap semesternya. Tetapi, semenjak kehadiran seorang gadis bernama Rika Dwi Amalia, semuanya terasa sangat berbeda. Ada apa dengan gadis itu? Mengapa ia membuat Dimas mempunyai semangat baru untuk melakukan studinya?
All Rights Reserved
#679
universitas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Tawa dan Tragedi
  • Feeling Blue
  • Parachma [END]
  • Sekar Aruni Luka [ddeolsun]
  • ALYA
  • Anxiety
  • MEMELUK LUKA [END]
  • Language Of The Heart (ON GOING)
  • ADIRA✔ [PROSES PENERBITAN]
  • Stop It, Darka! [END]

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia Alesya, gadis dengan senyum selebar cakrawala, tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur."

More details
WpActionLinkContent Guidelines