Ayah, Aku Juga Putrimu

Ayah, Aku Juga Putrimu

  • WpView
    Leituras 35
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, fev 12, 2025
'Rumah yang seharusnya menjadi tempat yang paling nyaman, ternyata menjadi tempat yang paling menakutkan bagi Nazira. Ayahnya yang dingin dan kakaknya yang membencinya, membuat ia merasa seperti tidak memiliki tempat di dunia ini. Tapi, Nazira tidak pernah menyerah. Dia terus berjuang untuk mencari kasih sayang dan kebahagiaan, meskipun itu berarti harus melawan segala kesulitan dan kebencian yang ada di sekitarnya.' Cerita ini menggambarkan perjuangan seorang gadis muda yang dibenci oleh keluarganya sendiri. Dengan latar belakang yang dramatis dan emosional, cerita ini akan membawa pembaca ke dalam dunia Nazira yang penuh dengan kesulitan dan kekerasan. Namun, cerita ini juga menawarkan harapan dan inspirasi bagi pembaca untuk tidak menyerah dalam menghadapi kesulitan dan untuk terus berjuang mencari kebahagiaan.
Todos os Direitos Reservados
#90
menyerah
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • "Cemara tapi di dalam nya berantakan"
  • LOVE YOURSELF(Hiatus)
  • Sejenak Luka
  • Hingga Takdir Menguatkanku
  • Waktu?
  • Aku Sayang Aniki, Tapi Kenapa Aniki Tidak Sayang Padaku (Lanjutan).
  • Ukhty Cuek  (completed ✔️)
  • Airin
  • Sebait Luka untuk Sebaris Tawa [COMPLETED]

Citra selalu percaya bahwa keluarga adalah tempat ternyaman untuk pulang. Namun, bagi dirinya, rumah justru menjadi tempat yang paling menyesakkan. Di depan orang lain, Ayahnya tampak seperti sosok yang penyayang dan bertanggung jawab. Tapi di balik pintu rumah, hanya kemarahan dan tuntutan yang ia terima. Setiap kata yang keluar dari mulut Ayah lebih sering berupa bentakan daripada nasihat. Setiap harinya, ia harus belajar menahan air mata, berharap suatu hari Ayah akan melihatnya sebagai seorang anak, bukan sekadar seseorang yang harus selalu ia kontrol. Namun, harapan itu perlahan pudar. Saat semua luka semakin dalam dan kata-kata tak lagi didengar, Citra menyadari satu hal: ia telah kehilangan sosok Ayah, bahkan sebelum ia bisa benar-benar mengenalnya. Kisah ini adalah tentang perjalanan seorang anak perempuan yang berusaha bangkit dari bayangan masa lalu. Tentang keberanian untuk melepaskan, meski yang dilepaskan adalah seseorang yang seharusnya menjadi tempat berlindungnya. Bisakah seseorang tetap bertahan, meski tanpa sosok ayah disini

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo