Story cover for Bitter Life by VialentinaSafira
Bitter Life
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Feb 07, 2025
Seorang perempuan anak tengah yang selalu merasa terabaikan dan tidak diperlakukan adil oleh orang tuanya, tumbuh dengan rasa kesepian dan pencarian akan tempat yang bisa membuatnya merasa dihargai. Suatu hari, ia bertemu dengan seorang lelaki yang mampu memberikan kenyamanan dan rasa aman yang ia dambakan, menjadi sosok yang bisa mengerti, mendengarkan, dan akhirnya menjadi rumah bagi hatinya yang terluka.
All Rights Reserved
Sign up to add Bitter Life to your library and receive updates
or
#62keluargacemara
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
Rumah Kedua cover
Jangan Dibaca Sendirian cover
MOANA AUDIA [ TERBIT ] cover
Does love make me stupid? cover
Broken (Under Editing) cover
Unseen Bonds cover
Gadis Athanius  cover
Broken Home(Rumah Untuk Keela) TAMAT cover

Rumah Kedua

16 parts Complete

Sebuah keluarga yang terpukul kehilangan ganda akibat penyakit langka, menemukan kembali kekuatan dan kebahagiaan melalui warisan sebuah toko buku, Senja Kata, dan pesan cinta abadi. - - - - Latar Belakang Luna: Luna (21 tahun), anak dari orang tua bercerai, hidup mandiri di rumah nenek sejak usia 12, lalu sendirian setelah nenek meninggal di usia 19. Dirawat Bunda Citra (ibu tiri) sejak usia 14. Terlahir dengan penyakit UVM (Pendarahan Otak) yang ia sembunyikan bertahun-tahun. Meninggal dunia di usia 21 karena penyakitnya. Kehilangan Bunda Citra: Satu tahun setelah kepergian Luna, Bunda Citra, pengelola toko buku Senja Kata (impian Luna), mulai menunjukkan gejala penyakit yang sama. Ia merahasiakan kondisi parahnya (sisa umur satu minggu) dari anak-anak, hanya Ayah Ari yang tahu. Bunda Citra menyiapkan surat dan hadiah terakhir untuk anak-anak. Menghabiskan minggu terakhir dengan menciptakan kenangan indah bersama keluarga. Pesan dan Warisan: Bunda Citra meninggal dunia dan dimakamkan di samping Luna. Ayah Ari mendapat petunjuk dari mimpi untuk mengizinkan anak-anak membuka amplop dan menemukan hadiah. Anak-anak (Bintang, Nara, Raka) membaca pesan terakhir penuh cinta dan menemukan hadiah-hadiah dari Bunda. Keluarga bersatu kembali, menemukan kekuatan dalam pesan dan warisan Bunda Citra dan Luna, bertekad melanjutkan Senja Kata sebagai monumen cinta dan harapan.