Under The Sea

Under The Sea

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 13, 2025
How can a man and a woman be friends without feelings? _________________________________ Lima tahun lalu, Haiden menghilang tanpa jejak, meninggalkan Rachelia dengan luka yang menganga lebar. Janji-janji masa lalu mereka terhempas oleh kepergiannya yang tiba-tiba, tanpa penjelasan. Rachelia, dengan senyum cerianya, menyembunyikan jurang luka yang dalam, menjalani hari-hari dengan hampa, merindukan penjelasan yang tak pernah datang. Kini, takdir mempertemukan mereka kembali di tengah hiruk pikuk kehidupan. Haiden, dengan ketenangannya, menyembunyikan badai penyesalan yang bergejolak. Mereka saling mencintai, namun terhalang oleh tembok bisu ketakutan dan kenangan pahit masa lalu. Di tengah dentuman musik yang memekakkan telinga, dua pasang mata bertemu dalam kebisuan yang tegang. Emosi bergejolak, mendesak untuk dilepaskan, namun ego mereka menahan, menciptakan tatapan bisu yang sarat makna. "Maafkan aku," ucap Haiden, suara seraknya memecah keheningan. "Kenapa kau lakukan itu?" tanya Rachelia, matanya menuntut jawaban. Akankah Haiden mampu menjelaskan kepergiannya yang misterius? Mampukah Rachelia memaafkan masa lalu dan membuka hatinya untuk cinta yang kembali bersemi? Di tengah keraguan dan kerinduan, mampukah mereka memulai semuanya dari awal?
All Rights Reserved
#117
feelings
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JUST BE MINE [END]
  • Effort ( COMPLETED )
  • Cuaca
  • 𝐒𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐚𝐬𝐚𝐧 𝐏𝐚𝐭𝐚𝐡 𝐇𝐚𝐭𝐢 (𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠)
  • Stolen Before Fallen
  • ON SIGHT (Completed)
  • Abu Abu [ completed ]
  • Merebut Senja [COMPLETED]

⚠️ FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA "Kenapa lo nggak biarin gue menang, sih? Kenapa lo mala lempar bola itu ke gue?!" teriak Naina. "Buat apa gue lakuin hal itu sama lo? Sementara lo nggak pernah anggap gue ada!" jawab Gama dengan wajah datarnya. "Apa lo lakuin itu karena lo emang masih benci sama gue?" tanya Naina. "Iya, karena gue benci sama lo." "Apa?" "Lo emang egois, Nai. Lo selalu mikirin perasaan lo sendiri tanpa memperdulikan perasaan orang lain." "Iya, gue emang egois. Lo tahu perangai gue, 'kan? Seharusnya lo nggak perlu kaget lagi dengan perangai buruk gue," ujar Naina dengan kedua tangannya yang mengepal kuat. Gama memejamkan sejenak kedua matanya lalu mencengkram kuat kedua bahu Naina. "Apa lo pernah mikir sekali ... aja gimana sedihnya seseorang yang sayang sama lo saat lihat lo terluka dan lebih memilih diam seperti orang bodoh saat semua orang nggak henti-hentinya berargumen buruk tentang lo?" --Terkadang, cara terbaik dalam memecahkan masalah adalah berhenti untuk peduli. Itulah yang saat ini Naina lakukan, ia sudah cukup lelah menjelaskan semuanya. Makanya, ia lebih memilih untuk diam dan berhenti untuk perduli.-- Ini tentang Naina, gadis cantik namun mempunyai kepribadian yang dingin dan sedikit kasar. Ia mendapatkan julukan 'si kulkas berjalan' di sekolahnya. Karena sikap dinginnya itulah membuat semua orang salah mengartikan tentang dirinya dan menganggap Naina aneh. Namun, siapa yang menyangka jika dibalik wajah dingin dan tatapan tajamnya itu ternyata menyimpan segudang rahasia besar? Naina Aldebaran, menceritakan konflik persahabatan, keluarga, dan percintaannya yang penuh misteri. @Naina_Aldebaran

More details
WpActionLinkContent Guidelines