Bunga yang Tak Gugur

Bunga yang Tak Gugur

  • WpView
    Reads 566
  • WpVote
    Votes 272
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 13, 2025
Sonia Elara, seorang mahasiswi di tahun terakhirnya, berjuang untuk menyelesaikan skripsi sambil mengelola toko bunga kecil yang sepi pelanggan. Hidupnya berjalan seperti biasa-penuh kekhawatiran tentang biaya kuliah dan toko yang nyaris bangkrut. Sampai suatu malam, tepat sepuluh menit sebelum tutup, seorang pria datang membeli bunga. Aryan. Sebuah nama yang seharusnya hanya tinggal kenangan. Pertemuan itu seharusnya biasa saja, tapi kehadiran Aryan kembali dalam hidupnya membuka lembaran lama yang sudah lama ia coba tutup. Lara berpikir semuanya sudah selesai di masa lalu, tapi mengapa satu pertemuan bisa membuat hatinya kembali goyah? Apakah ini hanya kebetulan? Ataukah takdir sedang menguji dan apakah sesuatu di antara mereka masih bisa tumbuh kembali-seperti bunga yang tak pernah benar-benar gugur?
All Rights Reserved
#203
mendung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • Ara & Ari √
  • LUCE MIA
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • Ellara Le Runa
  • Adek Kelas ✔ [COMPLETED]
  • Renandra Retha
  • F A K E ? [End]

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines