Manuskrip Alusi

Manuskrip Alusi

  • WpView
    Reads 213
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 15, 2025
Satu di antara mereka punya mimpi mengiringi bintang angkasa, tapi tak punya roket untuk terbang sampai ke sana. Satunya lagi punya roket untuk menguasai semesta, tapi ia tak ingin melalang buana. Ada yang diam-diam tidak ingin menjadi kegagalan, sialnya masih bersikap pecundang. Ada yang ingin mencoba menjadi super star bermodal sorot kamera hape, dan ada yang tidak ingin menjadi apa-apa. Kemudian Klub Manuskrip dibentuk, untuk menulis setiap mimpi, harapan, dan keputus asaan mereka. Klub Manuskrip. Manuskrip Alusi. Sayangnya, setelah kabar kematian mengejutkan Yuan Auriga si ketua klub. Anggota klub Manuskrip berkumpul menulis tuduhan kecurigaan-kecurigaan tiap anggota tentang alasan kematian Yuan. Namun bagaimana kalau sebenarnya, setiap anggota dapat menjadi alasan seorang Yuan Auriga mati bunuh diri. Tapi apa benar Yuan Auriga yang sempurna itu bunuh diri? "Tapi setidaknya Yuan bisa benar-benar istirahat, kan?"
All Rights Reserved
#4
comingofageponyo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • US AND LAKE COMO ITALY [ON GOING]
  • SILENCED AT 302 [END]
  • Breathless ✔
  • BOOK 1 MISSION SERIES: MISSION IN CASE (Pindah ke Innovel)
  • Hidden Gang | Enhypen Le Sserafim: Hybe [✓]
  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • GASLIGHTING
  • Haunted Spirit [End]✓
  • mylize magic
  • Project : NOIR

[FOLLOW SEBELUM BACA] CERITA ORIGINAL HANYA ADA DI AKUN : moonskyther, selain itu berarti PLAGIAT. BLURB : Kehidupan selalu memiliki misterinya sendiri, dengan rasa sakit atau dengan rasa bahagia ia menciptakan segelintir karakter manusia. Beberapa manusia mungkin dapat berdamai dengan hidupnya, dengan masa lalunya yang kelam, melanjutkan aktivitas hidup seperti biasa. Namun, itu tidak berlaku untuk manusia yang hidupnya telah tragis bahkan sejak ia masih kecil. Rasanya, hidup bagai badai yang selalu mencekamnya. Ia masih hidup, namun jiwanya telah lama mati. Ia masih berenang, namun jauh di dalam dasar sana ia telah lama tenggelam. Manusia tidak pernah sembuh perihal luka dan trauma. Mereka selamat dari kecelakaan, namun telah sepenuhnya cacat seumur hidup. Tapi sekali lagi, dunia terlalu jahat untuk manusia menjadi lemah. Dunia terlalu jahat untuk manusia yang tidak sedikitpun mempunyai alasan untuk tertawa ditengah telah berdarah-darah hidupnya. Alasan-alasan kecil untuk tetap bertahan hidup, bagai sebuah pondasi untuk pertahanan diri. Semua orang memiliki alasan bertahan hidup yang berbeda, untuk sekedar selalu menikmati segelas es kopi di pagi hari, atau untuk sekedar dapat berkunjung ke tempat yang ingin dinikmati. Hal itu yang selalu terlintas dalam benak seorang Aryan, dengan mimpinya yang selalu ingin melihat indahnya hamparan air danau Como. "Setidaknya sekali dalam hidup, aku ingin membawa diriku, aku ingin memuja mataku untuk melihat keindahan danau Como, itu inginku setidaknya sebelum aku melebur menjadi tanah." - Aryan Bagaskara Adhiwijaya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines