We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Perhaps Love

Perhaps Love

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 9, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Aku tidak tahu Kapan Semua ini dimulai, Satu dua kali pikiran itu muncul kembali, Namun jika ku Ucapkan terus menerus akan menjadi canggung bagiku, Apakah ini Cinta ? Jika kau merasakan hal yang sama dengan aku, apakah ini Awalnya ? Hatiku terus berkata bahwa aku mencintai mu, dan sebanyak ini .... aku sudah mencintai kamu. ******* Cinta bisa mengendalikan segalanya, gara gara cinta aku rela melakukan hal bodoh, gara gara cinta hidupku menjadi berubah, terkadang cinta membuat aku melupakan atas kaudrat aku sebagai wanita, terkadang kebodohan aku membuatku sadar, apa aku harus mempertahankan perasaan ini, apa aku harus melepaskan nya demi perasaan aku. Orang banyak yang mengatakan, jika kita berusaha untuk mencapai apa yang kita inginkan maka harus terus dikejar, meski harus jatuh berkali kali dan merasakan sakit berkali kali, tapi apalah daya aku yang hanya seorang wanita mencintai seorang pria seperti kulkas dua pintu dan pria yang sangat cuek, itu sangat mustahil aku gapai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Semu [Completed]
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • Dear Kamu : My One and Only Crush On My Life
  • GENTAWA✓
  • Cahaya Dirimu
  • Mahligai Sunyi
  • You're Here, But Not For Me
  • Love Hurts
  • Kamu [SELESAI]✔

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines