Chaos Never Ends

Chaos Never Ends

  • WpView
    Reads 201
  • WpVote
    Votes 124
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 26, 2025
Kelas Hutan sebutan yang bukan tanpa alasan. Di sekolah ini, ada satu kelas yang lebih mirip kebun binatang daripada ruang belajar. Murid-muridnya bukan sekadar nakal atau ribut, mereka adalah legenda hidup yang membuat guru-guru geleng-geleng kepala setiap hari. Namun, ada satu hal yang lebih membingungkan dari kekacauan mereka: bagaimana bisa anak-anak ini tetap berprestasi meskipun tiap hari penuh dengan aksi konyol? Dari Alex si monyet yang tak bisa diam, Kevin si kambing dengan suara menggelegar, hingga Devan si dogi yang selalu datang dengan suara serak-serak basah-mereka semua punya cara unik untuk membuat sekolah tak pernah sepi dari kehebohan. Tapi kali ini, sesuatu yang lebih besar menanti mereka. Dari misi absurd berburu THR, perang seribu perak, hingga operasi penyelundupan makanan saat puasa-setiap hari di Kelas Hutan adalah cerita yang tak pernah berakhir dengan damai. Apa lagi kekacauan yang akan mereka ciptakan kali ini? Bersiaplah untuk tertawa, menggeleng-gelengkan kepala, dan mungkin... diam-diam iri dengan kekompakan mereka.
All Rights Reserved
#111
kekompakan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MEREKA TERUSIK
  • TUMBAL SAJEN
  • Hutan Terlarang [ Hiatus ]
  • Sekolah Tanpa Sekolahan
  • Tumbal Wan Suk (Tumbal Malam Jum'at)
  • TAGIHAN PERJANJIAN LAMA - DESA HAWA TIIS || 97L
  • Lembah Arunika
  • JAM 3 SORE

Malam itu seharusnya hanya menjadi bagian dari jurit malam biasa. Tiga orang sahabat, Dimas, Raka, dan Farah, mengikuti kegiatan itu dengan santai, menganggapnya hanya permainan uji nyali belaka. Namun, ketika mereka mulai berjalan di jalur hutan yang sepi, sesuatu terasa berbeda. Bisikan lirih terdengar dari balik pepohonan. Cahaya senter mereka mulai redup satu per satu. Jejak kaki muncul di tanah basah, padahal mereka bertiga tidak bergerak. Sesuatu di dalam kegelapan sedang memperhatikan mereka-dan makhluk itu tidak suka kehadiran mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines