18 Years Unwritten

18 Years Unwritten

  • WpView
    Прочтений 72
  • WpVote
    Голосов 4
  • WpPart
    Частей 1
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published пнд, фев. 10, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Aku membenci cermin, sebab dia hanya memantulkan apa yang dunia lihat bukan apa yang ada dalam diriku. Sejak kecil, aku tumbuh dengan berbagai luka yang tak terlihat dan aku benci bagaimana dunia memaksaku untuk membenci diriku sendiri. Mulai dari komentar tentang fisik ku, tempat yang seharusnya bisa menjadi rumah kedua, pegangan agama yang mulai runtuh, rasa percaya yang dikhianati bahkan trauma yang sama sekali tidak pernah kusangka akan bisa menimpaku. Dari segala luka itu, kini aku bertanya: sekarang, apakah aku sudah bisa menjalani diriku yang sebenarnya? Atau mungkin, aku yang sekarang hanyalah bayangan yang terbentuk dari masa lalu yang tidak tertuliskan? 18 Years Unwritten, adalah perjalanan yang tak pernah kuuangkapkan, akan tetapi, saat ini tengah berani kutuliskan, mulai dari luka, pencarian jati diri, bahkan perjalanan melawan trauma yang terus menghantui. Lewat tulisan ini, aku tak ingin bertaruh malang, hanya saja aku sekedar ingin melepas beban yang mungkin bisa membuat ku menjalani hidup tanpa perlu bergantung pada cermin yang diperbudak dunia-
Все права сохранены
#19
jatidiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Embun Pagi
  • Self Injury's(complete)✔
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • PENGALAMAN KU, KISAH DIA
  • A Fractured Soul
  • DENNIES
  • Juan [REVISI]
  • About kevin (End)✅
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata

Namaku Anahita Embun Prasetyo, aku hidup dalam keluarga kurang mampu yang memiliki seorang ayah penerima jasa antar jemput cuci kendaraan dan seorang ibu rumah tangga yang sangat penyayang. diusiaku yang masih menginjak 12tahun aku dituntut untuk mandiri dalam segala hal. tidak seperti selayaknya anak berusia belasan tahun yang masih memiliki kesempatan bermain dan bermanja-manja. bahkan aku terkadang merasa iri melihat teman-temanku yang bisa bermain dan terpenuhi keinginannya, seperti memiliki sepedah, boneka, dan peralatah sekolah yang layak. sedangkan aku yang setiap harinya sepulang sekolah selalu membantu ibu menjajakan kue nya keliling kota. aku yang menginginkan sesuatu harus dengan bekerja dahulu sebelum mendapatkannya terkadang merasa dunia ini sangat tidak adil, terkadang aku berfikir kenapa semua ini terjadi kepadaku, kenapa hanya keluargaku yang tuhan hukum atas kemiskinan. tapi walau begitu aku tidak pernah ingin berputus asa, karena ibu selalu berkata jika kita ikhlas dengan cobaan yang tuhan berikan maka sedikit banyak masalah yang kita hadapi pasti akan ada jalan keluarnya, rezeki dan nasib seseorang sudah diatur sedemikian rupa oleh tuhan. dimana kita yakin bahwa suatu saat akan ada masanya kita menjadi orang sukses dan menjadi orang yang beruntung. setiap kalimat yang ibukku katakan aku jadikan sebagai motivasi diriku agar kelak aku dapat menjadi orang yang berhasil dan membahagiakan mereka. meskipun sekarang banyak sekali cacian dan makian orang yang selalu merendahkan kami, tapi aku tetap berteguh pada tekadku untuk mengejar cita-citaku. aku ingin sekali menjadi seorang penulis karya yang dikenal banyak orang dan sukses, aku ingin dari hasil kerja kerasku mampu mengangkat derajat keluarga kami agar tidak ada lagi yang menghina dan merendahkan kami.

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту