Another Version

Another Version

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 23, 2025
Hazel dan Hizel adalah saudari kembar yang terpisah sejak kecil, dan tak ada yang benar-benar tahu keberadaan Hizel. Bahkan, Ayah dan Ibu mereka seolah menutupi kehilangan tersebut. Di tengah kekerasan dan penindasan yang dihadapinya di rumah, Hazel merasa seolah terjebak dalam kegelapan. Namun, suatu hari, Hazel menemukan foto dan selembar kertas yang berisi kenangan indah masa kecil mereka. Kenangan itu membawa kembali rasa rindu dan harapan yang terpendam selama ini. Dua belas tahun adalah waktu yang lama bagi mereka terpisah, dan bagi Hazel, Bandung terasa seperti kutukan. Demikian, di balik semua itu, ada cinta yang mendalam untuk kota tersebut. Kehadiran Angga, teman dekatnya, membuat Hazel dapat menerima kenyataan dan lebih menghargai dirinya sendiri. Dengan tekad yang kuat dan harapan yang membara, Hazel tak henti-hentinya mencari Hizel meskipun tantangan terus menghadang. Namun, pertanyaannya adalah: apakah Hazel akan berhasil menemukan saudari kembarnya yang telah hilang begitu lama?
All Rights Reserved
#27
bab3
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • Surat Untukmu
  • Sister or More
  • A Memory of You
  • 6 Brothers One Dream (Season 1)
  • Bandungku Kini Berbeda [LEE HAECHAN]
  • Hari Bersamanya
  • ASAVELA KIARA
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines