Langkah Tanpa Arah

Langkah Tanpa Arah

  • WpView
    MGA BUMASA 7
  • WpVote
    Mga Boto 3
  • WpPart
    Mga Parte 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, Feb 17, 2025
"Aku selalu bertanya-tanya, kenapa aku terlahir sebagai anak tengah? Kenapa aku selalu dibandingkan? Kenapa impianku harus dikubur hanya karena aku tidak sekeren kakakku atau sepintar adikku? Mama bilang aku harus mengerti keadaan. Papa bilang aku harus realistis. Tapi kenapa cuma aku yang harus mengerti? Kenapa aku yang harus mengalah?" --- 𝐭𝐞𝐫𝐤𝐚𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐞𝐫𝐝𝐞𝐤𝐚𝐭 𝐥𝐚𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐤𝐞𝐡𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  •  HAZELA
  • Semesta untuk sean
  • The Bleeding Lady [completed]
  • unexpected
  • Adek Abang || END
  • Dear ABANG
  • AFKARA [END]
  • ONLY HOPE  (The End)
  • This Is Not My House
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman