"cinta dan halusinasi"

"cinta dan halusinasi"

  • WpView
    LETTURE 380
  • WpVote
    Voti 252
  • WpPart
    Parti 24
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione lun, apr 28, 2025
Cinta hidup di dua dunia-dunia nyata yang terus menghimpitnya, dan dunia khayalan yang perlahan membuatnya kehilangan kendali. Ketika sahabatnya, Fahry, mulai menjauh karena sebuah kesalahan fatal, Cinta dipaksa menghadapi kenyataan yang selama ini ia hindari. Namun, ada sesuatu yang lebih dalam dari sekadar pelarian. Apa sebenarnya yang menghantui pikiran Cinta? Dan seberapa jauh ia akan tersesat sebelum menemukan jawabannya?
(CC) Attribuzione - Non commerciale
#541
rekomendasiwattpad
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • H-30 (Freenbecky)
  • MAID IN LOVE - BECKFREEN [SELESAI]
  • Aku Kamu Dan Dia
  • That Playgirl is Mine
  • MATCH MADE IN HEAVEN 2 (SELESAI)
  • Romansa Imaginer ✔ (SUDAH TERBIT)
  • Kala (On Going)
  • Pelangi setelah hujan
  • Everything Between Us (ON GOING)

Di luar gedung pernikahan, di bawah langit yang mulai memerah, terdapat seorang wanita yang terjatuh, duduk membungkuk dengan wajah tertutup tangan. Halaman depan gedung itu menjadi saksi bisu betapa hancurnya hati seseorang yang sedang meratapi takdirnya. Dialah Freen. Tangisannya terdengar jelas, mengalir deras, seolah mengeluarkan segala rasa sakit yang selama ini terpendam. Kini, semua rasa itu menyatu, menggunung, begitu berat, setelah menyaksikan puncak kepedihannya. Becky-satu-satunya wanita yang begitu ia cintai-telah bersanding dengan pria pilihan hatinya. "Freen!" teriak Nam, yang berlari menghampiri sahabatnya itu. Tanpa ragu, Nam memeluknya erat, ikut merasakan kepedihan yang tak terkatakan. Nam tak bisa menahan air matanya. Hatinya pun remuk melihat sahabatnya begitu hancur. "Maafkan aku, Freen," ujar Heng dengan suara penuh penyesalan. "Aku... aku tak bisa mencegahnya." Freen hanya terisak. Tanpa bisa berkata apa-apa, ia menutup wajahnya dengan kedua tangan, tubuhnya bergetar hebat, dan rasanya seolah dada ini akan meledak. "Becky... dia sudah jadi milik orang lain sekarang..." suara Freen tercekat, semakin tertahan oleh tangisannya yang tak bisa dihentikan. Nam menggigit bibir, menunduk, seolah tak lagi memiliki kata-kata yang bisa menghiburnya. "Sudahlah, Freen... kau sudah berjuang dengan sekuat tenaga," kata Heng dengan suara berat. "Kau sudah melakukan yang terbaik." "Aku gagal, Heng... aku gagal," ucap Freen dengan air mata yang terus mengalir, membasahi pipinya. "Aku tak bisa membuatnya tetap di sini, bersama aku." Heng menundukkan kepala, tak kuasa menahan air mata yang kini mengalir di pipinya. Yang bisa ia lakukan hanya memeluk Freen, menemani sahabatnya yang tengah hancur, menangis bersama di tengah keheningan malam.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti