"Gue nggak pernah minta dijodohin. Tapi kalau lo pikir gue bakal nyerah secepat itu, lo salah besar."
Resti Ayudisha bukan tipe cewek yang gampang tunduk sama keadaan. Dia keras kepala, berani, dan selalu ngelakuin apa pun sesuai keinginannya. Kalau dia bilang "nggak mau", maka nggak ada yang bisa maksa dia buat berubah pikiran. Setidaknya, itu yang dia pikir... sampai perjodohan ini datang dan mengacaukan semuanya.
Di balik sikap cerianya, Resti adalah orang yang gampang tersulut emosi, terutama kalau menyangkut orang yang dia peduliin. Dia nggak suka dikekang, apalagi dipaksa. Tapi anehnya, semakin dia berusaha kabur dari Decky, semakin dia sadar kalau perasaannya berubah.
Di sekolah, dia termasuk murid yang cukup pintar, tapi bukan tipe kutu buku. Dia lebih suka ngobrol sama sahabatnya, Vita, atau sibuk mencari cara buat ngehindarin perjodohan absurd ini. Tapi setelah Clarissa-pacar Decky-datang, semuanya berubah.
Awalnya, Resti cuma mau Decky bebas. Tapi sekarang? Sekarang dia ingin Decky tetap bersamanya. Masalahnya, apakah Decky juga ingin hal yang sama? Atau selama ini Resti cuma berjuang sendirian?
"Gue nggak peduli seberapa sulit ini. Tapi kalau gue harus kehilangan lo, mungkin kali ini... gue beneran nyerah."
#Remaja
#Anaksma
#Perjodohan
"Loh, ntar-ntar, mama nitipin gue ke abang-abang biar gue bisa dididik sama mereka? Kelakuan mereka kan lebih laknat dari gue."
.....
Dituntut agar bisa ini itu saja sudah cukup membuat Alea kesal.
Sekarang mamanya berulah lagi dengan menitipkan Alea di rumah keempat abangnya dengan dalih agar Alea menjadi anak yang lebih baik seperti mereka.
Lebih baik?
Abang pertama punya pacar cowok.
Abang kedua suka ngedugem.
Abang ketiga ngikutin jejak abang pertama.
Abang keempat suka balap liar.
Lebih baik dari mananya?
........
Akankah Alea dapat bertahan di rumah sang kakak? Mengingat Alea masih memiliki satu problem, yakninya tetangga rumah yang selalu menempel padanya setiap hari.
"Kayaknya gue alergi sama lo deh, setiap lo deketin tangan gue gatel, bawaannya pen gorok." -Alea
"Nego dikit boleh? Jangan gorok deh, kerok aja gimana?" -Angkasa