Between Two Worlds

Between Two Worlds

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 11, 2025
Freya Gemma, gadis remaja 17 tahun, hidup di bawah bayang-bayang harapan tinggi orangtua yang menginginkannya menjadi dokter, seperti ayah dan kakaknya. Namun, Freya memiliki impian berbeda, menjadi seniman. Ketika mendapatkan tawaran dari universitas seni yang diimpikannya, Freya dihadapkan pada pilihan sulit, mengikuti cita-citanya atau memenuhi harapan keluarganya. Di tengah kebingungan, Freya menemukan fakta lain menyangkut jejak ayah kandungnya. Dia ingin tahu segalanya, termasuk masa lalunya. Yang Freya tahu, dia tidak sama dengan Kyra Ullani dan Rafandra Adam Mahardika, dua teman dekatnya di sekolah. Beranikah Freya mengejar passion-nya dalam masa pencarian jati diri dan menghadapi penolakan dari keluarga?Bisakah Freya menjauh dari Bunda, Ayah, dan Bang Abbas yang jelas-jelas sangat mencintainya sepenuh hati?
All Rights Reserved
#106
mandiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Diam | Hiatus
  • Be A Naughty
  • Rasa Dalam Sujudku
  • MENYAKITKAN (Freya)
  • Freyana VS Everybody [END]
  • Resep Cinta To Senior
  • Yes, I'm Strong! [COMPLETED]
  • Assalamualaikum Cinta
  • Makhluk Pasif (Completed)

Dalam Diam Ia tumbuh dalam dunia yang tenang tapi penuh celah. Seorang gadis yang dibesarkan oleh ibu tunggal, di antara kasih yang tulus dan kisah yang setengah jadi. Ibunya tak pernah marah, tapi juga tak pernah benar-benar bercerita. Tentang masa lalu, tentang ayahnya, tentang rumah yang seharusnya jadi tempat kembali-semua hanya hadir dalam potongan-potongan kabur yang tak pernah lengkap. Hidupnya berjalan seperti itu, penuh tanya yang tak lagi ia kejar jawabannya. Sampai suatu hari, dunia yang ia kenal mulai bergeser. Sebuah surat undangan membawa namanya ke ajang Olimpiade Sains Internasional. Pemeriksaan kesehatan hanyalah prosedur awal-begitu ia kira. Namun rumah sakit tempat pemeriksaan itu justru menjadi simpul dari benang-benang yang selama ini kusut dalam kepalanya. Nama 'Diranata' menampar ingatannya, menghidupkan kembali bisikan-bisikan yang dulu sering didengar namun tak pernah dimengerti. Dan di antara lorong putih dan suara monitor medis, ia bertemu Gracia. Seorang dokter muda yang baik dan tenang, namun tak tahu bahwa yang sedang duduk di hadapannya mungkin adalah kakaknya sendiri. Ia mengenali wajah itu. Bukan dari ingatan, tapi dari foto lama-foto yang selama ini disimpannya tanpa tahu maknanya. Foto mamanya, memeluk seorang anak kecil yang bukan dirinya. Kini ia tahu, siapa gadis kecil itu. Tapi tetap memilih diam. Diam, karena belum waktunya bertanya. Diam, karena kadang kenyataan lebih menakutkan dari dugaan. Dan diam, karena hatinya belum siap menerima apa yang mungkin telah lama ia tunggu. Langkahnya pelan, tapi pasti. Satu demi satu, rahasia yang terkubur mulai muncul ke permukaan. Bukan dengan dramatisasi, tapi lewat tatapan, pertemuan singkat, dan perasaan yang tak bisa dijelaskan. Ini bukan hanya tentang siapa dirinya, tapi juga tentang apa artinya memiliki rumah-dan kehilangan rumah itu tanpa tahu kapan. Dalam diam, ia belajar memahami. Dalam diam, ia memilih bertahan. Dan dalam diam pula, ia akhirnya berani mencari pulang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines