Between Two Worlds

Between Two Worlds

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 11, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Freya Gemma, gadis remaja 17 tahun, hidup di bawah bayang-bayang harapan tinggi orangtua yang menginginkannya menjadi dokter, seperti ayah dan kakaknya. Namun, Freya memiliki impian berbeda, menjadi seniman. Ketika mendapatkan tawaran dari universitas seni yang diimpikannya, Freya dihadapkan pada pilihan sulit, mengikuti cita-citanya atau memenuhi harapan keluarganya. Di tengah kebingungan, Freya menemukan fakta lain menyangkut jejak ayah kandungnya. Dia ingin tahu segalanya, termasuk masa lalunya. Yang Freya tahu, dia tidak sama dengan Kyra Ullani dan Rafandra Adam Mahardika, dua teman dekatnya di sekolah. Beranikah Freya mengejar passion-nya dalam masa pencarian jati diri dan menghadapi penolakan dari keluarga?Bisakah Freya menjauh dari Bunda, Ayah, dan Bang Abbas yang jelas-jelas sangat mencintainya sepenuh hati?
All Rights Reserved
#2
ponyo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Silence That Shaped Me
  • MENYAKITKAN (Freya)
  • Makhluk Pasif (Completed)
  • Freyana VS Everybody [END]
  • Be A Naughty
  • FRESHAN : Awakening ( BOOK 4 )
  • Yes, I'm Strong! [COMPLETED]
  • Djournal Town (Done)
  • Dalam Diam | Hiatus
  • MY DAUGHTER LOVE YOU! (On-Going)
  • Resep Cinta To Senior
  • Light Amidst the Urban Darkness
  • Rasa Dalam Sujudku
  • ISTANA KOSONG || On Going 📍
  • Noisy, Fiony. [END]
  • Assalamualaikum Cinta
  • LIGHT HAPPINESS
  • Qualen (FreFlo)
  • Love & Secrets [FreFio]

"Aku tetap ada. Meski kalian pura-pura aku tidak pernah lahir." Goresan tinta hitam itu tampak tegas, meski tangan yang menuliskannya sempat gemetar. Tulisan itu menggantung di atas pantulan wajah Freya-seakan mengukir ulang dirinya. Bukan lagi sebagai anak yang tak dianggap, tapi sebagai sosok yang memilih berdiri. Di antara luka, pengkhianatan, dan keheningan yang membatu, ia tetap ada. Ia hidup. Bukan demi pengakuan. Bukan demi cinta yang tak kunjung datang. Tapi demi dirinya sendiri. Untuk pertama kalinya, Freya tak menanti suara dari luar kamar. Tak lagi berharap ada ketukan, atau sapaan lembut di pagi hari. Ia tahu, pagi itu akan tetap sepi. Seperti biasanya. Namun kali ini, ia tidak takut. Karena saat dunia berhenti menyambutnya... Ia akhirnya menyambut dirinya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines