aksarom

aksarom

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 12, 2025
Di tengah eksperimen brutal yang melahirkan monster mengerikan, seorang prajurit bernama Leon menjadi korban ambisi manusia yang tak terkendali. Saat tubuhnya berevolusi menjadi makhluk raksasa bernama Aksarom, ia kehilangan kendali atas dirinya sendiri dan menghancurkan segalanya-termasuk rekan-rekannya. Dibayangi rasa bersalah dan dikejar oleh organisasi yang ingin memanfaatkan kekuatannya, Aksarom harus menghadapi Margus, monster hasil eksperimen lain yang memiliki ambisi untuk menguasai dunia. Sementara Rido, satu-satunya yang selamat dari tragedi mengerikan itu, berusaha mencari cara untuk menyelamatkan Leon sebelum dia benar-benar menjadi senjata pemusnah massal. Dalam pertarungan antara kehancuran dan harapan, apakah masih ada jalan bagi Leon untuk kembali menjadi manusia? Ataukah Aksarom akan menjadi legenda kengerian yang abadi? Aksi, tragedi, dan dilema kemanusiaan bertemu dalam kisah epik yang penuh ketegangan ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Morning Star II: Reach The Darkest
  • ♪ Adikku Seorang Penjahat ♪
  • Detektif Supranatural
  • Kavistaria: The Forgotten kingdom (HIATUS)
  • Scarlet Moon: The Last Witch
  • PADAM : Teror Api Banaspati
  • Disguise Of A Girl Into A Boy
  • Isekai Islami : The Divine Rift

Sinopsis Morning Star II: Reach The Darkest Dulu, Valur adalah tempat seorang anak tumbuh, sebelum kota itu sendiri yang membakarnya hidup-hidup dan meninggalkannya sebagai abu dalam ingatan. Enam tahun telah berlalu sejak malam pengkhianatan itu. Kini anak itu kembali... bukan sebagai manusia utuh, tapi sebagai luka yang berjalan, sebagai hantu dari nama yang dikubur! Lucas Gamaliel telah mati, setidaknya, itulah yang mereka yakini. Tapi dendam tidak mengenal kematian. Ia hidup dalam diam, dalam setiap langkah di lorong gelap yang berbau darah dan penyesalan. Di balik senyum palsu para penguasa, tawa wanita malam, dan cahaya lampu yang memudar, sebuah pertanyaan bergema di benaknya: "Jika dunia tak memberimu tempat untuk hidup... salahkah bila kau memilih untuk membakarnya?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines