Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Love With the wrong address

Love With the wrong address

  • WpView
    Membaca 21
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Feb 12, 2025
WpInfo
Puisi
Aku hanyalah seorang yang pernah terluka, namun memutuskan melupakan rasa dari luka itu, meski jika luka baru tumbuh akan mengorek luka luka lama. Tapi satu yang kuyakini, Allah tak pernah memberikan cobaan diluar batas kemampuan hambaNya. Aku melalui hari hariku dengan melupakan hal yang tidak penting bagiku. Dan Tuhan memberiku anugrah berupa kekuatan untuk dapat melupakan. Meski terkadang ada kalanya aku merasa lupa ku sedikit berlebihan. Karena hanya orang orang yang pernah dekat denganku dan berinteraksi cukup intens saja yang bisa kuingat. Jadi... maaf jika ada yang merasa terabaikan, semua itu bukanlah kesengajaan. Mungkin itu bentuk dari tameng yang tercipta di alam bawah sadarku.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#41
lupa
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Slow Days (FIN)
  • SUNSET WITH YOU [REVISI]
  • Wrong Feeling ~Namon~
  • Perjalanan Cintaku...
  • Air Mata Cinta
  • »The Love Behind Secrets!
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Memories Never Die
  • di akhir perang

Tujuh bulan semenjak kehilangan orangtua, pekerjaan pertama, dan mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan, saya memutuskan mengasing di vila keluarga. Di sini, saya menyepi, mengurung diri sembari mencoba mengumpulkan keberanian untuk melihat hari-hari yang kembali datang dengan kenyataan masam, penuh penyangkalan. Hari-hari yang saya rasa hanya akan berkisar pada putaran waktu yang terasa lambat dan hal-hal yang tidak sederhana. Untuk kesekian kali, saya menemui diri yang belum piawai berduka, tidak paham apa itu menerima. Satu-satu, saya juga tengah berusaha menghimpun kebahagian yang masih tersisa. Namun sayangnya, tidak ada. Dan akhirnya, sekali lagi, ingin saya bertanya padamu. Tolong, beritahu saya bagaimana caranya mencintai diri ini lagi seperti sedia kala.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan