He Is Rolan

He Is Rolan

  • WpView
    Reads 120
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Thu, Feb 20, 2025
"gue bisa sendiri" Aretha "semandiri-mandirinya Lo pasti butuh gue" Rolan *** Persahabatan antara perempuan dan laki-laki? apakah mungkin tidak akan pernah tumbuh benih-benih cinta dari sala satunya? Rolan tidak akan membiarkan ia kalah oleh egonya sendiri. Karena ia tau Aretha tidak akan bisa tanpa dirinya. Jika kebanyakan orang mengira Aretha adalah gadis yang ceria dan tidak bisa diam, maka tidak dengan Rolan. Ia tau segala hal tentang Aretha, ia tau Aretha tidak sekuat itu.
All Rights Reserved
#273
frendzone
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LALA
  • I'm a Girl, Bos!
  • INCIPTU [Complete]
  • There's Love In My Friendzone
  • GIOLURA: Transmigration
  • Ratu Is Our Queen (END)
  • Rival, Jadi Pacar?
  • Bad Girl & Nerd Girl [END]
  • Ar.
LALA

Tawa, cinta dan luka Lala Anastasya Rifani, gadis SMA biasa yang memiliki sifat ceria, ia harus bertemu dengan seorang pemuda yang dingin, namanya Rio Arfan arsyifki , yang membangun sebuah tembok acuh yang menjulang tinggi, itu ia lakukan agar tak ada celah untuk orang lain melihat luka yang sengaja ia tutup dari dunia. Sampai akhirnya perlahan kekuatan tembok itu tak bertahan lama, sedikit celah mulai terlihat, saat ia mulai terbiasa dengan kehadiran Lala yang membawa kehidupan sepi nya menjadi sedikit berwarna. Lala yang selalu hadir di setiap harinya, membawa sebuah alasan pertemanan, agar dirinya dapat selalu melihat rio, Alasan Sederhana namun dapat membawa dirinya menjadi jatuh kepada pemuda dingin itu. lalu, bagaimana dengan luka yang sengaja di tutup oleh Rio? Apakah Lala bisa menerima , kekurangan dan menjadi obat untuk luka itu? Bagaimana dengan kelanjutan hubungan keduanya? ------- " Sekarang kita temen" ucap Lala tiba tiba disertai tangan yang sudah bersiap menerima uluran tangan Rio " Hari ini, besok dan seterusnya Lo ga akan pernah gue anggap temen gue, gue benci cewe yang sok baik kaya Lo! Dan satu lagi gue peringatin jadi cewe jangan belagu!" Balas Rio dengan suara tajam dan sorot mata yang seolah olah ingin menghabisi Lala hidup hidup " Gapapa kalo Rio ga mau anggap Lala temennya Rio, tapi Lala yakin di suatu hari nanti Rio pasti butuhin Lala buat jadi temen... Temen hidup misalnya xixixi" ucap Lala santai dan jangan lupakan senyum manis yang selalu setia bertengger di bibir ranum nya " Sinting!" Selamat membaca:) Ini cerita pertama ku, maaf kalo ada banyak kesalahan dan kosa kata yang kurang pas:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines