NUSANTARA 1912: BANGKIT DARI TANAH SENDIRI
Bagas Aditya Nugraha, seorang insinyur perencana industri yang menghabiskan malam-malamnya main game grand strategy, tewas dalam kecelakaan kerja di usia 27 tahun. Ia sadar bukan lagi di dunia yang ia kenal - melainkan di tubuh Pangeran Wira Sakti, putra mahkota Kesultanan Tanjung Ratu, sebuah kerajaan kecil di pesisir timur Kalimantan, tahun 1912. Dunia sedang menuju kehancuran besar yang ia tahu persis jadwalnya: Perang Dunia I, tinggal dua tahun lagi.
Yang membuatnya berbeda dari pangeran mana pun di zamannya: ia bisa "melihat" sesuatu yang mustahil dijelaskan - panel strategi yang menampilkan kondisi negaranya bagai layar permainan yang pernah ia mainkan. Fokus nasional. Riset. Produksi. Stabilitas. Diplomasi. Semua nyata, semua berlaku, tapi semua tetap tunduk pada hukum yang sama seperti dunia manapun: butuh waktu, butuh modal, dan butuh keberanian menanggung risiko.
Dengan pengawasan kolonial Belanda yang tak pernah lengah, sumber daya yang terbatas, dan hanya modal berupa akal serta ingatan seorang insinyur abad ke-21, Wira Sakti harus membangun negerinya dari nol - sebelum dunia berubah selamanya di sekelilingnya.