We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Surat yang Tak Pernah Sampai

Surat yang Tak Pernah Sampai

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 2, 2025
WpInfo
Poetry
Aku pernah menulis untuk seseorang yang mungkin tak akan pernah membaca surat ini. Tentang perasaan yang tertinggal, tentang kenangan yang terus berbisik di antara kesibukan hari. 'Surat yang Tak Pernah Sampai' bukan sekadar kata-kata, ini adalah perjalanan perasaan-milikku, milikmu, mungkin juga milik mereka yang pernah kehilangan. UPDATE TIAP MINGGU, RABU, JUMAT
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat yang tak pernah tersampaikan
  • Aku dan [D]ia
  • [COMPLETED] 7 Days
  • The Wait is Over
  • Dia yang Tertulis di Lauhul Mahfuz
  • Mistake: it began as a mistake
  • Bintang Embun Dalam Kenangan
  • Cerita Tentang Kita
  • Dara : Hello You! [End]

"Aku menulis surat setiap malam, untuk seseorang yang tak akan pernah membalas." Setelah kepergian Aisyah, hidupku berubah menjadi rangkaian hari tanpa makna. Yang lebih menyakitkan dari kehilangan adalah melihat pelaku yang menabraknya hidup nyaman dilindungi reputasi, diselamatkan kuasa. Dalam ruang sunyi yang penuh asap rokok dan surat-surat tak terkirim, aku mencoba bertahan. Tapi luka tidak selalu sembuh oleh waktu-kadang ia justru membusuk dalam diam. Surat yang Tak Pernah Tersampaikan adalah kisah tentang kehilangan yang tak diakui, keadilan yang tak tedegakkan, dan cinta lama yang hadir saat Juka belum sempat pulih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines