GIBRAN

GIBRAN

  • WpView
    Leituras 100
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Capítulos 6
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, fev 11, 2025
"Gue ga suka lo!" "Tapi gue suka sama lo. Nah, lo mau apa?" Milea Azzahra muak. OSIS bukan tempat buat main-main, apalagi buat orang kayak Gibran Mahardika-ketua OSIS paling tengil yang pernah ada. Milea perfeksionis, disiplin, dan terbiasa segalanya berjalan sesuai rencana. Sementara Gibran? Terlalu santai, terlalu percaya diri, dan terlalu sering bikin Milea naik darah. Tapi anehnya, di balik segala keisengannya, Gibran selalu tahu cara menyelesaikan masalah. Bukan dengan aturan kaku seperti yang Milea yakini, tapi dengan caranya sendiri-cara yang sering kali bikin Milea makin frustasi. Di tengah rapat OSIS yang kacau, konflik internal yang nggak ada habisnya, serta tanggung jawab yang terus menumpuk, Milea dan Gibran harus menemukan cara untuk bekerja sama. Namun, semakin lama, batas antara kebencian dan sesuatu yang lebih dalam mulai kabur. Masalahnya, apakah Milea siap menghadapi kemungkinan bahwa orang yang paling ingin ia hindari... justru orang yang paling mengerti dirinya? ••• Ceritanya slow plot. Kalau yang ga suka, gapapa ga usah baca. Aku ga maksa. ENJOY, YA! <⁠(⁠ ̄⁠︶⁠ ̄⁠)⁠>
Todos os Direitos Reservados
#273
osis
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • GHAVARI
  • Senior Junior
  • Eramnesia
  • Cinta Terhalang Jabatan
  • DISA | broken
  • Leader vs Leader
  • H2H in OSIS : Chaos Edition [✓]
  • DEAR US (SELESAI)
  • "Antara Rok Sobek dan Jas OSIS"
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo