Alunan Mimpi

Alunan Mimpi

  • WpView
    Leituras 39
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Capítulos 9
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, nov 29, 2025
WpInfo
NÃO-FICÇÃO
Alunan Mimpi PROLOGAlunan Mimpi Tahun 2020. Hujan turun perlahan di atas kota yang seakan enggan terlelap. Butiran air membasahi kaca jendela kamar Akbar Sastrawan, memantulkan cahaya lampu jalan yang samar. Ia duduk di tepi ranjangnya, menatap keluar dengan pandangan kosong. Bayang-bayang masa lalu menari di dalam benaknya, mengalun seperti melodi pilu yang tak pernah usai. Sejak kepergian ibunya, dunia Akbar terasa seperti ruang kosong yang menggema dengan penyesalan. Wajahnya yang teduh selalu hadir di dalam mimpi, membawa kembali kenangan yang semestinya ia jaga dengan lebih baik. "Ibu..." suara lirihnya nyaris tenggelam dalam deru hujan. Aipda Sastrawan T, ayahnya, selalu berkata bahwa ini bukan salahnya. Syarifah Sastrawan, kakaknya, mencoba menenangkan dengan caranya sendiri, sibuk dalam rutinitas pekerjaannya di perusahaan BUMN. Sementara Imam Ahmad Sastrawan, adiknya yang kini seorang anggota TNI AD, tak pernah banyak bicara, tetapi tatapannya selalu penuh pengertian. Namun, semua itu tak cukup menghapus beban yang mengendap dalam hati Akbar. Ia masih ingat hari itu-hari di mana dunia berubah selamanya. Kata-kata terakhir ibunya terngiang-ngiang di telinganya, membuatnya ingin berlari mundur, kembali ke masa lalu, mengubah takdir. Tapi kenyataan tidak mengenal belas kasihan. Malam semakin larut. Angin membawa dingin ke dalam kamar, membuat Akbar memeluk dirinya sendiri. Di luar sana, kehidupan terus berjalan, tetapi di dalam hatinya, waktu seakan terhenti. Dan di antara batas antara sadar dan mimpi, Akbar kembali mendengar suara lembut ibunya. "Jangan biarkan penyesalan mengikat langkahmu, Nak. Teruslah berjalan..."
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Di Usia 16(Terbit)
  • Si Cantik Milik Pria Soleh
  • Promise (OPEN PO) ✅
  • Imamku Badboy (SUDAH TERBIT) ✔
  • I am Your Eyes [SUDAH TERBIT]
  • ARUNA [ BEST MAMA ]
  • VIOLAND [TERBIT]
  • Ketulusan cinta AYUNA  [TAMAT] belum Revisi
  • Hi Cold Prince

(Novel Di Usia 16 sudah tersedia di toko buku offline dan online @maple_books) Maira masih menunduk, tidak berani menatap lawan bicaranya saat ini, sebab sejak tadi cowok itu hanya memasang wajah datar. Kedua tangannya sibuk mencengkeram rok sekolahnya, berusaha melampiaskan perasaan kesal, hancur, dan benci yang tertanam kepada lelaki itu. "Aku hamil." Maira berkata dengan suara yang sedikit bergetar. Lelaki itu membuang pandangannya ke samping dengan ekspresi yang masih datar. "Gugurkan." Dingin, tajam, dan menusuk hingga ke ulu hati terdalam. Maira tahu. Dari raut wajah lelaki itu, dari caranya bicara akhir-akhir ini, dari sikapnya yang selalu terkesan cuek, Maira jelas harusnya tahu inilah jawaban yang akan dia dengar. Namun, sungguh dia tidak menyangka jika rasanya akan sesakit ini. Bayangkan saja, apa yang kamu rasakan saat mengetahui jika ayah dari bayi yang sedang kamu kandung tidak menginginkan kehadiran bayi itu? Malah, dia menyuruhmu untuk membunuhnya. Haruskah kamu mengikuti sarannya untuk menggugurkan kandungan itu? Atau, membiarkan bayi itu lahir ke dunia tanpa pernah mengenal sosok ayah? • 01 Juli - 31 Agustus (2021)

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo