HUJAN DIANTARA KITA

HUJAN DIANTARA KITA

  • WpView
    LECTURAS 44
  • WpVote
    Votos 32
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, feb 12, 2025
Alya tidak pernah menyangka bahwa pertemuan sederhana dengan Raka-seorang pemuda misterius yang gemar berdiri di tengah hujan-akan membawanya ke dalam labirin rahasia yang kelam. Semua berawal dari sebuah payung yang diberikan Raka kepadanya, tanpa penjelasan yang jelas. Sejak saat itu, rasa penasaran Alya tumbuh, terutama ketika ia melihat Raka menolak berteduh dari hujan dan mengatakan sesuatu yang membekas di benaknya: "Karena hujan nggak pernah ninggalin gue." Di balik sikapnya yang tenang dan tatapan matanya yang selalu kosong saat hujan turun, Raka menyimpan luka lama-sebuah kehilangan yang terus menghantuinya. Hujan bukan sekadar butiran air baginya, melainkan pintu menuju kenangan yang tak bisa ia lepaskan. Saat Alya mencoba menggali lebih dalam, ia menyadari bahwa semakin ia mendekat, semakin ia terseret dalam kisah masa lalu Raka yang menyakitkan. Namun, bisakah Alya mengubah arti hujan bagi Raka? Ataukah ia justru akan tenggelam dalam derasnya kenangan yang belum tuntas?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • PAYUNG DAN JANJI SETIA
  • EVELYN [SUDAH TERBIT]
  • Hujan Yang Tak Pernah Reda (HIATUS)
  • RAIN SAMUDRA
  • LANGIT DI BALIK JENDELA
  • Lost in Reverie [Moqeel]
  • Beautiful Little Maid
  • Kembalinya Hujan

Di tengah hujan deras di kota kecil, ada seorang lelaki muda bernama Raka yang tengah menunggu di halte bus. Dia mengenakan jas hujan lusuh dan tampak resah. Sementara itu, seorang perempuan muda bernama Lara berlari dengan panik menuju halte yang sama, menyusuri genangan air sambil memegang payung yang sudah hampir patah. Saat Lara tiba di halte, payungnya hampir tidak dapat melindungi mereka dari hujan yang semakin deras. Raka, yang tidak tahan melihat Lara basah kuyup, menawarkan payungnya yang masih dalam kondisi baik. Lara menerima tawaran itu dengan rasa syukur yang mendalam. Mereka berdua terpaksa berdiri berdekatan di bawah payung yang sama. Selama menunggu bus, mereka mulai berbincang dan saling bercerita tentang kehidupan mereka. Raka mengungkapkan rasa kekecewaannya karena dia baru saja kehilangan pekerjaan, sementara Lara berbagi tentang impian dan tantangannya dalam mengejar pendidikan. Percakapan mereka membuat keduanya merasa lebih baik, dan waktu berlalu begitu cepat. Saat bus tiba dan mereka bersiap untuk berpisah, Raka secara spontan menawarkan untuk menyimpan payung itu untuk Lara sebagai kenang-kenangan, meski Lara merasa enggan. Namun, Raka meyakinkannya bahwa ini adalah simbol janji setia mereka untuk saling mendukung di masa depan, apapun yang terjadi. Sejak saat itu, payung yang penuh kenangan itu menjadi simbol hubungan mereka yang semakin dekat. Mereka saling membantu dan mendukung satu sama lain dalam setiap langkah kehidupan, menjaga janji setia yang dimulai di bawah payung hujan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido