Jurnal Anak Bawang

Jurnal Anak Bawang

  • WpView
    Membaca 78
  • WpVote
    Vote 20
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Feb 16, 2025
[Coming of Age, Psychological-Drama, Thriller] Dilabeli sebagai anak bawang, Zen sadar jika perannya di panggung dunia adalah hanya untuk menambah narasi bagi hidup orang lain saja. Namun, suatu email misterius mengatakan dia bisa membantunya untuk bertemu Kakak angkat yang sudah lama kabur dari rumah itu. Tanpa pernah tahu alasannya, Zen yang dihantui kerinduan pada sang Kakak, memutuskan untuk menerima tantangan dari pengirim email tersebut. Zen harus menemukan teman untuk membantunya mengisi jurnal pribadi dalam memahami "The Core Value of Anak Bawang" Tanpa disadari ini adalah awal yang bukan hanya menjadi perjuangannya untuk bertemu kakaknya lagi. Tetapi juga membawanya pada konflik masa lalu, pembelajaran hidup yang tak terlupakan dan refleksi yang lebih dalam.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#95
filosofi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Angkasa (Forget Me Not)
  •  Empathy (On-Going)
  • Ashita :  The Warrior Of Spirit
  • Little Monster
  • Ujung Serbuk Emas Segera Hancur [END]
  • Teror Keluarga (SELESAI)
  • The Silent Code: Shadow of Betrayal

"Bunganya udah layu, Sa. Yakin mau dibeli? Nanti sampai rumah juga mati." "Gak apa-apa. Gw pastiin bunga ini gak akan mati. Layu bukan berarti mati, kan? Gw bakal rawat bunga ini... terus kasih ke Ayah." Ia tidak memilih mawar, tak pula melati. Hanya bunga kecil yang nyaris mati-seperti dirinya sendiri. Hari demi hari, ia rawat bunga itu seakan sedang menjaga harapan yang hampir padam. Rapuh, tapi belum sepenuhnya punah. Namun di Hari Ayah, harapan itu kembali layu. Bunga itu ditolak, bahkan sebelum sempat menyampaikan maksudnya. Dan malam itu... ia tak pernah pulang. Namun nyatanya, Tuhan itu adil. Setelah semua luka, setelah semua kejatuhan... Tuhan menghadirkan satu suara-yang tak menghakimi, tak pula menuntut. Hanya berkata pelan: "Sama gw, Sa. Sama gw terus. Kalo boleh berharap, semoga suatu hari nanti gw bisa jadi alasan lo buat pulang." Angkasa (last flower) "Forget me not" Warning ⚠️ Thriller × Angst × Crime !!! Cerita ini mengandung unsur thriller yang menegangkan, serta banyak adegan kekerasan, darah, kriminalitas, dan teka-teki. Harap bijak dalam memilih bacaan. ‼️⚠️

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan