We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
La Casa del Alma

La Casa del Alma

  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, Feb 11, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Slice of Life
Happy Ending
Second Chance
Apakah rumah adalah tempat untuk pulang, atau justru tempat untuk menemukan diri sendiri? Ara selalu berusaha menjadi ibu yang sempurna, tapi dunia tak pernah memudahkan langkahnya. Rio, putranya, memiliki cara berpikir yang berbeda-disebut "istimewa" oleh banyak orang, tapi "cacat" di mata ayah Ara. Dalam pencariannya untuk "menyembuhkan" Rio, Ara justru menemukan lebih banyak luka dalam dirinya sendiri. Lalu ada Reigo, sosok yang pernah ia tinggalkan di masa lalu, tetapi kini muncul kembali, menemaninya di perjalanan yang tak terduga. Perjalanan yang awalnya hanya tentang mencari jalan pulang, berubah menjadi pencarian jati diri. Di tengah perjalanan itu, mereka menemukan gelak tawa di antara masalah, menemukan keluarga di antara yang tak seharusnya, dan menemukan cinta di tempat yang tak mereka duga. Tapi pertanyaannya... Seberapa jauh seseorang bisa pergi sebelum akhirnya benar-benar menemukan rumahnya?
All Rights Reserved
#32
thewattys
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SIBLINGS
  • Tanpa Rumah
  • Rumah Yang Kuciptakan Sendiri
  • FAMILY? [END]
  • Pulang Tanpa Arah
  • RISA
  • PENGALAMAN KU, KISAH DIA
  • Araleya Titik Temu Semesta (COMPLETED)
  • BROKEN : The secret of life
SIBLINGS

Rumah tempat kembali. Rumah mereka memang sederhana, jauh dari kata cukup. Tapi karena mereka, Tama bertahan. Bagi mereka, Tama adalah rumah tempat kembali. Mereka adalah rumah bagi masing-masingnya. Rumah tempat mereka pulang, hanyalah mereka satu sama lain. Di kisah ini memang tidak ada yang sempurna. Tapi di kisah ini, mereka menyempurnakan satu sama lain. Sebagai rumah satu-satunya tempat kembali, tempat mereka percaya, tempat semua suka duka terukir, tempat mereka istirahat dari lelahnya hari-hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines