TO JUAN, ANKARA

TO JUAN, ANKARA

  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 10, 2025
Dalam perjalanan waktu yang panjang, Ankara Junia terjebak dalam labirin cinta yang tak berujung. Selama dua belas tahun, dia mencintai Juan Praja Aksara dengan setia. Namun, hatinya hancur ketika mengetahui Juan telah mencintai orang lain. Saat kepedihan itu menghantamnya, Bian, Kakak Juan menawarkan harapan baru di tengah kegelapan, tetapi justru reaksi Juan yang tak terduga menimbulkan kebingungan bagi Kara. Bukankah Juan tidak pernah menganggap hatinya? Lalu, apa maksud dari sikap anehnya? Dapatkah Kara menggapai Juan atau dia harus melanjutkan hidup dengan luka yang tak mampu disembuhkan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menunggu Waktu, Menemukan Dirimu
  • When Mr. Bossy Falling In Love
  • Senandika : Titik Temu
  • AZKARA dan KANIA (End)
  • Frekuensi Rasa [END]
  • Deru Tresna Aruna
  • Amanah Cinta Seorang Gus [ END ]
  • Arranged Marriage gen Z
  • Senja Terakhir : Luminous

Liora dan Levian dipertemukan secara tak sengaja di kampus sebuah pertemuan sederhana yang tumbuh menjadi cinta tak terduga. Namun ketika Levian menerima beasiswa ke luar negeri, hubungan mereka diuji oleh jarak, waktu, dan ketidakpastian. Selama empat tahun menjalani LDR, mereka bertahan dengan harapan dan janji. Tapi tak ada yang bisa memprediksi arah takdir terutama ketika masa lalu Aksan kembali menghantui dalam wujud rahasia yang tak pernah ia ceritakan. Sementara itu, hadirnya Ray, pria asing yang penuh teka-teki, mulai mengaburkan batas antara rasa nyaman dan kesetiaan. Dibalut dengan rindu yang membeku, penantian yang menggantung, dan cinta yang nyaris padam, kisah ini membawa pembaca pada lika-liku emosi, kebohongan, dan pengkhianatan... hingga semua berpuncak pada sebuah pelaminan yang mungkin bukan tempat mereka berdua berdiri bersama. Karena kadang, yang paling kita cinta... justru yang paling menyakitkan. Tapi juga, yang paling layak diperjuangkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines