"Dengar ya Tuan Belanda. Kalau mereka melihatmu membawa tas belanja seorang pribumi, mereka bakal mikir aku apa?"
"Apa salahnya? Kamu kan wanitaku."
----------------
SANDYAKALA ::
Batavia, 1939. Michiel Keijzer, pria Belanda yang hidup di tengah kemapanan, dan Narini Kirana, gadis pribumi yang terbiasa berjalan di batas tipis antara harapan dan keterpaksaan, dipertemukan dalam keadaan yang tak terduga. Dalam dunia yang penuh batasan, pertemuan mereka seharusnya tak lebih dari sekadar persinggahan singkat. Namun, tanpa disadari, langkah-langkah mereka mulai saling bersinggungan, membawa mereka ke arah yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Di tengah pergolakan zaman, di saat Batavia perlahan berubah wajah, mereka dihadapkan pada satu pertanyaan-pertanyaan: seberapa jauh seseorang bisa melawan takdir yang telah dituliskan untuknya? Bisakah kita mengambil semua kesempatan yang ada?
*It's not just about their story, but also this country. Aku harap kamu menikmati sejarah di dalamnya nanti.*
DISCLAIMER :
• 70% Fiksi !!!
• Latar waktu di ambil pada tahun 1939 (masa kolonial Hindia-Belanda di Indonesia, have fun read this history-fiction story :DD)
• Jika ada kesamaan nama tokoh, latar, kejadian, tempat mohon dimaklumi.
• Mohon untuk tidak menjiplak..
• Gambar yang diambil untuk background credit berasal dari pinterest/google.
• Meresahkan.
notes: Makasih banyak buat yang udah mau baca dan support novel ini ‹3
Contact of Writer::
@raihann4._ on Instagram
Email : bilqisnasution@gmail.com
Playlist Spotify buat baca novel ini >>> https://open.spotify.com/playlist/1DEUnbMwmMnH1yvwZYAyws?si=Cx6kfpqjQA6a-nZlI_Xy0Q&pi=Ow2h4OvQTlGvL
Apa jadinya bila cinta harus melintasi tujuh masa untuk bisa bertahan?
Raden Panji dan Dewi Sekartaji adalah dua jiwa yang dipertemukan lewat perjodohan kerajaan. Namun, sebelum janji suci mereka terikat, Dewi Sekartaji diracun oleh musuh Kerajaan Jenggala hingga tubuhnya membeku - hidup tapi tidak sepenuhnya bernyawa.
Raden Panji diberi tiga pilihan:
- Menyerahkan dua kerajaan demi nyawa Dewi Sekartaji,
- Membiarkan Dewi Sekartaji dinikahi musuhnya,
atau
- Melewati lorong waktu tujuh masa, untuk mematahkan racun di jepit rambut yang merenggut jiwa gadis yang dicintainya.
Raden Panji memilih pilihan ketiga - sebuah sumpah mustahil.
Di setiap masa, ia tetap menjadi dirinya sendiri, tetap membawa ingatan dan cintanya. Tapi Dewi Sekartaji... selalu menjelma sebagai sosok berbeda, gadis lain dengan nama lain. Ia harus selalu diingatkan, dihidupkan kembali, dan diajak jatuh cinta sekali lagi.
Dari dunia pegunungan, samudra bajak laut, padang pasir, hingga masa kini yang asing, mereka berdua berjuang untuk satu hal: cinta yang tak bisa dipatahkan oleh waktu.
Tapi, mampukah cinta mereka bertahan ketika musuh lama ikut terbawa ke setiap masa?
Atau justru cinta itu akan runtuh di masa terakhir - antara hidup dan mati?