SINOPSIS ARCHA-BOi
Di dunia yang semakin modern, permainan tradisional mulai terlupakan. Namun, di tengah hingar-bingar olahraga populer, ada satu permainan yang kembali mencuri perhatian: Archa-BOi-sebuah permainan strategi, ketangkasan, dan keberanian yang terinspirasi dari boi-boian, berkembang menjadi olahraga kompetitif di tingkat nasional. Jati, seorang siswa yang masuk SMA di Madiun Wengker, awalnya ingin berjuang sebagai Builder dan menjadi MVP ditingkat Nasional. Namun, realitanya klub sekolahnya nyaris dibubarkan karena kekurangan anggota, ia bertekad untuk membangunnya kembali. Berbekal kecerdasan dan insting strateginya sebagai seorang Builder, ia mulai mencari pemain-pemain berbakat untuk bergabung.Namun, perjalanan menuju Merdeka Cup, turnamen Archa-BOi paling bergengsi tingkat SMA di Indonesia, tidaklah mudah.
disisi lain, Sahabat-sahabat lamanya semasa SMP telah memilih jalan masing-masing-beberapa bergabung dengan tim-tim besar seperti Jakarta Blades dan Yogyakarta Royals, bahkan Bali Leaks sementara yang lain harus menghadapi kenyataan hidup yang keras.Dengan tim yang dipenuhi pemain baru dan semangat yang nyaris padam, Jati harus membuktikan bahwa Madiun Wengker masih punya taji. Di hadapannya, berdiri rival-rival tangguh, termasuk sahabat masa kecilnya yang kini menjadi lawan di lapangan.Bisakah Jati dan timnya menembus persaingan ketat, menghadapi para pemain terbaik di negeri ini, dan mengembalikan kejayaan Archa-BOi di Madiun?Sebuah perjalanan penuh gairah, persahabatan, dan persaingan dimulai. Ini bukan hanya tentang kemenangan-ini tentang membangun kembali warisan yang hampir punah.
Malda Miura, pelari muda berdarah Tionghoa yang dulu jadi andalan kota Semarang, kini harus menepi dari dunia lari karena cedera dan beban hidup yang tak kalah berat-mulai dari pekerjaan paruh waktu, masalah keluarga, hingga kehilangan rasa percaya diri.
Semuanya berubah sejak pertemuannya yang tak disengaja dengan Yulianto Atmaja, mantan pebulutangkis yang lebih cocok disebut sebagai "ayah teman sebaya". Hubungan mereka dimulai dari obrolan ringan soal iklan HP, berkembang lewat canda-canda hangat soal olahraga, hingga percakapan mendalam tentang hidup, cinta, dan mimpi.
Di tengah lintasan lari dan arena kehidupan yang berat, Malda menemukan kembali semangatnya. Ia berlari bukan lagi karena tuntutan, tapi karena hatinya mulai menemukan tujuan.
Karena cinta, semangat, dan masa depan ternyata tak sejauh Tembok Besar China-tempat mimpi Malda ingin berpijak, negeri leluhurnya, tempat di mana ia percaya bisa bangkit dan berprestasi.
"Sprint Menuju Hati"
Sebuah kisah romantis, jenaka, dan menyentuh tentang dua jiwa yang berbeda zaman tapi disatukan oleh semangat, tawa, dan ketulusan yang tak terbatas waktu.