Edelweiss

Edelweiss

  • WpView
    Reads 1,046
  • WpVote
    Votes 703
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 4, 2025
Penyuka metropolitan adalah sebuah hal biasa menurutnya, jika di tanya kamu suka kemana maka ia akan menjawab "Menuju ke sisi bumi lain, yang memiliki banyak keindahan." "Puitis banget jawabnya," ujarnya membalas, langkahnya mendekat. Senyum tipis itu terbit, wajah cantik itu mungkin, akan selalu abadi walau hanya, dalam sebuah ingatan. Alam terkadang lucu, seperti bunga Edelweiss-nya yang memiliki arti indah, seperti abadi. Dan bodohnya aku mempraktikkan itu, mempraktikkan tentang keabadian rasa. Perempuan dengan rambut tergerai, dan wajah cantiknya itu pernah bilang kepadanya "Adeja Senduro, nama indah untuk di ingat." "Kembali kepada alam, Nawissa Barata." Perasaan akan... Baca kelanjutan kisah mereka, ☺️🤍
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Renjana Semesta [✔️]
  • NIDA ( END )
  • Comely Abelliza (SELESAI)
  • Psikopat Digital? [End]
  • Queen Of BAD GIRL ✔(Completed)
  • Love in Difference
  • AURELLIA; Antagonist Girl [END]
  • Dusk In Your Eyes
  • Lantunan Kalam Hati ✔
  • Between Love And Ideals (TELAH TERBIT)

"Atau mungkin ini bukan kebetulan? Mungkin ini takdir." Aku masih ingat betul bagaimana laki-laki tinggi tegap dengan senyum lebar itu bisa membuatku jatuh cinta- jatuh cinta yang teramat dalam- sebelum akhirnya harus kandas karena ia lebih memilih untuk bersama sahabatku. Aku bisa apa? Sembilan tahun bukanlah waktu yang singkat bagiku untuk melupakan Rama, seorang laki-laki yang masih menetap di hatiku, bahkan hingga saat ini. Setelah ia berpisah dengan Lyra, sahabatku, dan memutuskan untuk melanjutkan studi ke Jerman, kami tidak pernah lagi berhubungan satu sama lain. Hanya aku yang masih seringkali memimpikan dirinya setiap malam dan berharap semuanya bukanlah mimpi. Sampai suatu ketika, aku yang berprofesi sebagai fashion designer memenuhi undangan sebuah acara peragaan busana di London. Siapa sangka aku bertemu kembali dengan pusat semesta milikku setelah sekian lama aku berusaha melupakannya? Semua harapan yang dulu harus kutanam dalam-dalam justru mulai tumbuh semakin besar, tanpa mengetahui seharusnya aku tidak boleh membiarkan benih itu subur kembali. Ada yang lebih pahit daripada perpisahan; menyadari semesta tidak pernah mendukung pertemuan itu sedari awal. Namaku Karina, dan aku tidak mengerti bagaimana renjana milik semesta bekerja padaku. Selesai: Juli 2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines