Yang Katanya Cemara

Yang Katanya Cemara

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Mon, Mar 17, 2025
Bagi setiap anak pasti ingin membuat orang tuanya bangga dengan prestasi yang ia capai, tapi tentu saja itu tidak mudah. Bahkan tak sedikit ada anak yang merasa terbebani dengan itu. Tetapi tidak dengan seorang gadis yang berumur 16 tahun ini. Dia memiliki niat dan tekad yang tinggi untuk menggapai cita-citanya dan membuat kedua orang tuanya bangga. Tidak masalah jika ia harus sakit sekalipun, karena menurutnya itu semua masih kurang untuk membalas jasa-jasa kedua orang tuanya yang telah membesarkan dan merawatnya selama ini. Gadis ini bernama Vellisya Lea Ananda, gadis yang sangat ceria, humoris dan selalu peka terhadap lingkungan sekitarnya. Gadis yang kerap dipanggil Vellis ini mempunyai moto hidup "Kalau besok gagal, aku tidak akan menyerah. Aku akan tetap berusaha sampai berhasil, itu janjiku hari ini" Dia selalu mengucapkan kalimat itu ketika ia gagal, menyemangati dirinya sendiri sampai impiannya benar-benar berhasil ia raih. Tapi ternyata itu semua tidak semudah yang ia duga, ia mengira bahwa dengan niat, tekad, dan sedikit kesabaran semua impiannya akan terwujud. Ternyata ia salah.
All Rights Reserved
#41
cemara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ananda✔️
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • SI BUNGSU
  • Is It Home ?
  • Keluarga Cemara-Cemaraan
  •  HAZELA
  • Semut & Bintang
  • Ramadhan Yang Hilang||•Complete•

[Brothership/Sicklit/Slice of Life] *** Nanda tak pernah menangis ketika teman-teman mengejeknya karena ia menduduki peringkat terakhir. Ia juga tak iri meskipun orang tuanya tak pernah datang mengambil rapor ataupun menghadiri perpisahan sekolahnya. Nanda pun tak pernah ambil pusing jika para tetangga mengatainya anak kurang didikan, bodoh, ataupun hal lain yang menyakiti hati. Akan tetapi, jika dunia tak adil pada mamanya, Nanda akan sangat marah. Seperti permata berharga, Nanda amat menghargai dan mencintai mamanya. Sejak seorang pria menghancurkan hati mamanya, Nanda tak mempercayai pria manapun lagi. Baginya, ia saja cukup untuk membuat Mama bahagia. Hingga suatu hari, seorang kakak kelas menawarkan padanya untuk menjodohkan Mama dengan seorang pria. Awalnya Nanda menolak dengan keras, tetapi hal besar datang dan menyadarkan Nanda bahwa; Mama harus tetap bahagia baik dengan maupun tanpa dirinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines