Hujan Setelah Akad

Hujan Setelah Akad

  • WpView
    LECTURAS 1,893
  • WpVote
    Votos 174
  • WpPart
    Partes 41
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, feb 11, 2025
"Kadang, kita mengejar cinta yang salah, hanya untuk menemukan takdir yang sebenarnya." Nayla tidak pernah menyangka bahwa perjalanannya mencari cinta akan membawanya ke rahasia yang lebih besar-rahasia tentang siapa dirinya sebenarnya. Di balik hujan yang turun setelah akad, ada jejak takdir yang selama ini tersembunyi. Ia jatuh cinta pada seseorang yang selalu ada di sisinya. Seseorang yang membuatnya merasa utuh. Tapi semakin ia mendekat, semakin ia merasa ada yang tidak biasa. Hingga akhirnya, kebenaran yang tak pernah ia bayangkan terungkap. > Cinta yang ia jaga ternyata bukan untuk dimiliki, tetapi untuk ditemukan maknanya. Dan seseorang yang ia kejar selama ini... ternyata bukan orang yang seharusnya ia miliki. Sebuah kisah yang memukau, penuh plot twist yang menghantam, dan kisah yang akan meninggalkan jejak di hati pembaca. Apakah kau siap menerima kenyataan bahwa cinta tidak selalu berarti memiliki? Atau justru... Kau juga akan tersesat dalam hujan, sebelum akhirnya menemukan jalan pulang?
Todos los derechos reservados
#27
perjalananhati
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • BUNGA KEMBALI
  • Langkahku Sampai Istanbul
  • Unwanted Destiny
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Between Fate and Accident

Mereka adalah saudara, mereka mencintai perempuan yang sama Malam itu, hujan turun dengan derasnya, membasahi jalanan yang sepi. Di balik jendela kamar yang temaram, seorang gadis duduk bersandar, matanya menatap kosong ke arah langit kelabu. Napasnya berat, pikirannya penuh. Hujan seakan mengerti perasaannya-dingin, gelisah, dan penuh ketidakpastian. Jauh di sudut kota, seorang pria berdiri di depan pintu apartemen, ragu untuk mengetuk. Tangannya mengepal, menggenggam sesuatu yang tak kasatmata-sebuah harapan, atau mungkin sekadar kenangan yang enggan ia lepaskan. Dulu, segalanya terasa sederhana. Kini, hanya ada jarak, kebisuan, dan perasaan yang tak lagi bisa mereka definisikan. Di tempat lain, seorang lelaki menatap bayangannya sendiri di cermin. Mata yang dulu penuh gairah kini menyimpan kehampaan. Cinta yang ia genggam dulu, kini terasa seperti pasir yang perlahan menghilang di antara jemarinya. Mereka bertiga, terikat oleh kisah yang tak pernah sederhana. Cinta, kehilangan, pengorbanan-semua bercampur menjadi satu dalam kisah ini. Dan malam ini, takdir mulai menuliskan babak terakhirnya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido