Nyanyian Lilin

Nyanyian Lilin

  • WpView
    مقروء 2
  • WpVote
    صوت 0
  • WpPart
    فصول 1
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: ثلاثاء, فبر ١١, ٢٠٢٥
WpInfo
شِعر
Aku berdiri, tak goyah oleh angin, menyinari gelap dengan terang yang tenang. Mereka datang, mencari kehangatan, dan aku tersenyum, seolah tak ada yang hilang. Padahal dalam diam, aku pun meleleh, perlahan surut, terserap gelisah. Tapi siapa peduli pada cahaya yang lemah, selama ia masih bisa menerangi arah? Aku tak meminta genggaman, tak berharap ada yang bertanya, karena tugas lilin bukan mengeluh, melainkan memberi, hingga habis nyalanya. Namun kadang aku bertanya sendiri, adakah yang melihat, meski tak bersuara? Atau hanya bayanganku sendiri yang mengerti seberapa jauh aku berkorban? Malam bergulir, sunyi semakin dalam, sedang aku kian pendek dalam perjalanan. Tapi sebelum redup, sebelum padam, biarlah cahayaku tetap bertahan.
جميع الحقوق محفوظة
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Menanti
  • Hijrah Bersama Imamku
  • Siluman Tak' Bernyawa
  • You're Here, But Not For Me
  • Kisah Horor: Teror Jam 12 Malam
  • Kamu [SELESAI]✔
  • Senja merindu fajar
  • Titik Yang Benar
  • "Tatapan Terakhir yang Tak Kujadikan Pertanda"
  • In The Sunrise
Menanti

Kita berjalan tanpa ikatan dan mulai menelusuri ruang harap yang akan berakhir dengan ketulusan. Semakin berjalan menulusuri lorong itu, semakin terlihat jelas sorot mata itu melukiskan ketulusan namun satu hal yang membuatku bingung, mata yang selalu menatap dengan hangat, perlakuan hangat yang selalu hadir menemani namun tak pernah datang memberi kepastian. Ya lebih tepatnya membuka ruang harap untuk sebuah ketulusan, namun tak kunjung memberikan kepastian dan tak sanggup untuk melepas. Semakin melangkah, langkah kita semakin beriringan hingga kehadiran seseorang di ujung lorong menyapa dan membuat langkah kita terhenti. Sosok Seorang perempuan yang sudah tidak asing bagi ku sedang berdiri di ujung lorong yang tak pernah ku lalui sebelumnya memanggilnya dan membuat ku tersadar bahwa ketulusan yang selama ini ku nanti adalah sebuah fatamorgana. Kepercayaan yang ku bangun hancur berkeping keping. Saya tahu betul bahwa dia berjalan di lorong yang lain dgn sosok itu namun telah berakhri di ujung lorong. Namun semua yang dia katakan hanyalah kebohongan agar saya tetap menemaninya berjalan di lorong yg lainnya. Hingga akhirnya ku lihat dirinya yang menghampir seseorang itu di ujung lorong dan meninggalkan ku sendiri yang masih tetap terdiam menatapnya pergi menulusuri lorong lain bersama sosok yang tak asing lagi di lorong masa lalunya. Bagaiamana Lina bangkit dari ketepurukannya saat Ray memutuskan untuk berhalan menghampiri masa lalunya?

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى