Nyanyian Lilin

Nyanyian Lilin

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 11, 2025
Aku berdiri, tak goyah oleh angin, menyinari gelap dengan terang yang tenang. Mereka datang, mencari kehangatan, dan aku tersenyum, seolah tak ada yang hilang. Padahal dalam diam, aku pun meleleh, perlahan surut, terserap gelisah. Tapi siapa peduli pada cahaya yang lemah, selama ia masih bisa menerangi arah? Aku tak meminta genggaman, tak berharap ada yang bertanya, karena tugas lilin bukan mengeluh, melainkan memberi, hingga habis nyalanya. Namun kadang aku bertanya sendiri, adakah yang melihat, meski tak bersuara? Atau hanya bayanganku sendiri yang mengerti seberapa jauh aku berkorban? Malam bergulir, sunyi semakin dalam, sedang aku kian pendek dalam perjalanan. Tapi sebelum redup, sebelum padam, biarlah cahayaku tetap bertahan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Kamu [SELESAI]✔
  • DEVIL ON MY WINDOW
  • Hijrah Bersama Imamku
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • In The Sunrise
  • STAR'SMOON
  • You're Here, But Not For Me
  • WARISAN

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines