Langit yang Tak Tergapai

Langit yang Tak Tergapai

  • WpView
    Reads 184
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 3, 2025
Langit yang Tak Tergapai adalah kisah tentang cinta yang tumbuh dalam diam, di antara batas yang tak mungkin dilewati. Raka hanyalah seorang kru teknisi, seseorang yang bekerja di balik layar, memastikan semuanya berjalan sempurna tanpa pernah menjadi pusat perhatian. Hidupnya sederhana, hingga hari itu, saat matanya menangkap sosok Laras di bawah cahaya senja. Ia bukan sekadar aktris berbakat atau ikon kecantikan yang dikagumi banyak orang. Bagi Raka, Laras adalah langit itu sendiri, terlalu jauh untuk digapai, terlalu terang untuk disentuh. Di balik gemerlap dunia hiburan yang penuh ilusi, Raka mencoba menahan diri, membiarkan kekagumannya tetap menjadi rahasia yang tersimpan dalam keheningan. Namun, dunia seolah mempermainkannya. Interaksi kecil yang tak terduga, senyum yang terasa lebih manusiawi, dan percakapan singkat yang seharusnya tak berarti apa-apa justru membuat hatinya semakin terikat. Semakin dekat ia berdiri, semakin ia menyadari bahwa batas itu nyata bahwa ia tetaplah bayangan, sementara Laras adalah cahaya. Dengan bahasa yang puitis dan emosional, novel ini mengeksplorasi cinta yang tak tersampaikan, harapan yang perlahan memudar, dan kenyataan pahit bahwa tidak semua perasaan memiliki ruang untuk tumbuh. Langit yang Tak Tergapai bukan sekadar kisah tentang cinta, tetapi juga tentang menerima bahwa tidak semua cahaya diciptakan untuk kita sentuh. ---
All Rights Reserved
#12
industrihiburan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Hikayat Cinta Sang Iblis [END]
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • FRAGMENT (From ALTERITY)
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • DALAM DIAM ADA RASA
  • Ratusan Hari Mencari Hati

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines