Diary Merah ✔

Diary Merah ✔

  • WpView
    Reads 1,175
  • WpVote
    Votes 258
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 19, 2026
WpInfo
Fiction
Mystery
Kejanggalan terus Hana alami ketika tidak sengaja melihat anak baru yang melewati gudang."Eh, lo! Anak baru itu, ya?" ucapnya seraya berkacak pinggang. "Sini dong bantuin gue dulu. Bukain pintunya, mau ambil sapu lidi." Setelah pintu terbuka, sebuah buku diary merah terjatuh di depan keduanya. Membuat hidupnya penuh dengan kejutan yang tidak masuk akal. "Kalau gue balikin ke gudang semuanya bakal balik normal gak sih?" Namun, buku tersebut seakan tidak mau berpisah dengannya. Hana ingin menangis tatkala bukunya berada di atas mejanya lagi. Akankah keduanya dapat menemukan sang pemilik buku diary dan mengembalikannya atau terjebak dengan buku misterius itu selamanya? *** ©Selasa, 11 Februari 2025 @nurasfitasari14 Follow. Comment. Vote. Share.
All Rights Reserved
#3
hanafi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WUNDE ( Selesai )
  • No Soul : Beyond The Gate
  • Gentayangan di Kereta Terakhir
  • ALGENTA
  • Hantu Galau
  • Waktu Awan dan Rembulan
  • The Diary From Dead [COMPLETED✓]
  • GRIZLEN {On Going}
  • Sampai Nanti

🥀Wunde dalam bahasa Jerman, berati Luka.🥀 Ini hanya secarik kisah tentang Alana Audreleya, seorang gadis yang tak pernah di berikan sedikitpun kekuatan untuk melawan kerasnya semesta. Dan suatu malam, dia di pertemukan dengan -Gevandra- lelaki yang selalu membuatnya merasa lebih hidup. Walau pada akhirnya, Gevandra pula yang memberikannya luka begitu mendalam. Karena dari segi manapun, mereka berbeda. Mereka memang berada di Amin yang sama, namun dengan Iman yang berbeda. Mereka kecewa, akan tetapi, mereka tidak bisa menyalahkan takdir. Karena mungkin itu memang yang terbaik menurut sang pencipta. Sampai akhirnya, satu persatu orang yang Alana sayangi, pergi meninggalkannya. Lalu, haruskah dirinya melawan kerasnya semesta sendiri? Atau justru pasrah untuk terus terhanyut dalam kesendirian? "Aku bersyukur dipertemukan denganmu, walau kau hanya singgah, bukannya menetap. Karena bagaimanapun, kita bagaikan Istiqlal dan Katedral. Saling berdampingan, tetapi tidak bisa bersatu." - Alana Audreleya. Start : 11 maret 2021 - Natasya Salvia

More details
WpActionLinkContent Guidelines