Jejak Takdir di Bumi Allah

Jejak Takdir di Bumi Allah

  • WpView
    Reads 123
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 12, 2025
Novel ini kisah tentang Aisyah yang selalu percaya bahwa jika ia berbuat baik, hidupnya akan berjalan lancar. Namun, ketika satu per satu hal yang ia sayangi mulai menghilang, teman-teman menjauh, keluarga berubah, impian terkubur, dan hatinya hancur, ia mulai meragukan dan mempertanyakan segalanya. Dalam kelelahan dan keputusasaan, Aisyah dihadapkan pada persimpangan yang menyesakkan haruskah ia terus melangkah atau berhenti saja? Seberapa lama ia bisa bertahan sebelum segalanya runtuh? Ataukah justru di titik terendah inilah sesuatu yang tak terduga menantinya? Sebuah perjalanan yang penuh air mata, kehilangan, dan ketidakpastian. Tapi di ujung jalan, apakah ada cahaya atau justru kegelapan yang lebih dalam?
All Rights Reserved
#418
novelislami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUKAN PILIHAN KU
  • Bad Boy Erlangga
  • Takdir Cinta di Bawah Cahaya Ramadhan [END]✓
  • Hafizhah [sudah terbit]
  • Mushaf Cinta Dari-Nya [ END ]
  • Hijrah Cinta Aisyah (Selesai)
  • Ustadzku Imamku (Tamat)
  • Dzikir Cinta (Selesai)
  • Asmara Anak SMA
  • DI JODOHKAN DENGAN WANITA BERCADAR (LENGKAP)

Cinta tak selalu dimenangkan oleh mereka yang saling mencintai tapi cinta itu tentang bagaimana cara kita ikhlas. Di balik cadarnya, Aisyah Humeyrah menyimpan luka yang tak terlihat-dijodohkan dengan pria dari mazhab berbeda, hidup dalam rumah yang sepi meski ada dua orang di dalamnya. Ia masih belum lulus dari pondok, tapi sudah harus menunaikan bakti sebagai istri. Sementara itu, Imam-pemuda yang mencintainya dalam diam-hanya mampu mencintai dari kejauhan, dengan doa yang tak pernah putus. Pernikahan yang awalnya tampak tenang berubah menjadi luka-luka kecil yang terus ditelan Aisyah dalam diam. Mas Hadi, suaminya, semakin sibuk dengan dunia sendiri, memperlakukannya seolah tak lebih dari pelengkap rumah. Di tengah keterasingan itu, Aisyah tetap mengajar, tetap belajar, dan tetap sabar. Tapi sampai kapan kesabaran bertahan jika cinta hanya berjalan satu arah? Ini adalah kisah dua insan yang terpisah oleh takdir, mazhab, dan dinding rumah yang tak memantulkan cinta. Tapi di antara sabar dan ikhlas, mereka belajar satu hal: bahwa mencintai bukan selalu memiliki, tapi mendoakan dalam senyap, hingga langit sendiri yang menjawab.

More details
WpActionLinkContent Guidelines