Jejak Takdir di Bumi Allah

Jejak Takdir di Bumi Allah

  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 12, 2025
Novel ini kisah tentang Aisyah yang selalu percaya bahwa jika ia berbuat baik, hidupnya akan berjalan lancar. Namun, ketika satu per satu hal yang ia sayangi mulai menghilang, teman-teman menjauh, keluarga berubah, impian terkubur, dan hatinya hancur, ia mulai meragukan dan mempertanyakan segalanya. Dalam kelelahan dan keputusasaan, Aisyah dihadapkan pada persimpangan yang menyesakkan haruskah ia terus melangkah atau berhenti saja? Seberapa lama ia bisa bertahan sebelum segalanya runtuh? Ataukah justru di titik terendah inilah sesuatu yang tak terduga menantinya? Sebuah perjalanan yang penuh air mata, kehilangan, dan ketidakpastian. Tapi di ujung jalan, apakah ada cahaya atau justru kegelapan yang lebih dalam?
All Rights Reserved
#408
novelislami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dzikir Cinta (Selesai)
  • Arwa'ul Qulub (BERSAMBUNG)
  • Mushaf Cinta Dari-Nya [ END ]
  • Hijrah Cinta Aisyah (Selesai)
  • Takdir Cinta di Bawah Cahaya Ramadhan [END]✓
  • Cahaya Di Ujung Penantian
  • Love of eternity
  • DI JODOHKAN DENGAN WANITA BERCADAR (LENGKAP)
  • TAKDIR ALYA(Slow Up)
  • Hafizhah [sudah terbit]

"Neng, Aa boleh cium tangannya?" Asiyah mengangkat dagu perlahan, memindahkan pandangannya dari kancing baju dada suaminya menuju wajah sang suami. Pandangan mata mereka beradu, Asiyah tersipu, Salman tersenyum malu-malu. Perlahan tapi pasti Salman menggerakkan kedua tangannya yang gemetar, mengangkat lembut kedua tangan mungil istrinya yang terasa dingin. Salman mencium kedua tangan putih itu, mengecup dengan penuh cinta dan kasih, ia memindahkan kedua tangan Asiyah ke dadanya dengan masih mendekapnya dengan sebelah tangan saja. Tangan kanan Salman naik keatas ubun-ubun istrinya, Salman mulai berdoa dengan menengadahkan tangan kirinya yang masih menekan kedua tangan Asiyah didadanya. Salman berdoa khusyuk dan pelan, memohon keberkahan atas istri yang sudah Allah berikan kepadanya. "Hari ini, Aa sudah sah menjadi suami kamu, doain Aa semoga selalu bisa mendampingi kamu sampai akhirnya kita berjumpa di Jannah Allah nanti ya, kalaupun andai akhirnya maut yang memisahkan kita, Aa gak akan melarang kamu buat nikah lagi ya. Karena Aa sayang kamu karena Allah" Assalamu 'alaikum Jazakumullahu khoir untuk para pembaca Di next novel ini akan bercerita tentang pemeran utama Asiyah Abdullah yang terpaksa bercerai dengan suaminya yang soelh karena sesuatu. Akankah ia mendapatkan jodoh yang lebih baik dari Allah? Nantikan lanjutan kisahnya ya. Novelnya sudah selesai, akan di posting part demi part karena beberapa bagian masih proses revisi sedikit. Jazakumullahu khoiron 

More details
WpActionLinkContent Guidelines