Remang : Antara Cahaya dan Bayangan

Remang : Antara Cahaya dan Bayangan

  • WpView
    Reads 722
  • WpVote
    Votes 504
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Mar 1, 2025
WpInfo
Fiction
Paranormal
BELUM REVISI Dulu, kau hanya noktah samar, Terjebak di antara terang dan kelam, Seperti bayangan yang enggan pergi, Cahaya yang tak sepenuhnya hadir. Perlahan, kau mendekat, meniti batas di antara dunia. Mengukir kisah dalam diam, seolah takdir sudi mengubah tinta-Nya. Seperti sebuah remang, Yang tak pernah bisa bertemu, Terjebak dalam gelap yang kau ciptakan, Sedang aku, tersesat dalam terang, Yang tak mengetahui keberadaanmu. Kini kau meminta ruang di takdirku, menggugat langit agar menulis ulang. Namun, aku hanyalah seberkas sinar, dan kau-hanya bayangan yang bisa memudar ~ Berliana Marisa. Publish Start : 12 Februari 2025. Finish : 01 Maret 2025. Disclaimer ❗ Cerita ini, udah lama di draft dan baru aku publish. Makasih loh udah mau mampir!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALVIN (On Going)
  • ALANA [REVISI]
  • 𝐓𝐞 𝐀𝐦𝐨 : ARKAYLA [PROSES REVISI]
  • FIZYA
  • When You Were Here
  • Love With Ghost
  • Friendship
  • CARAPHERNELIA
  • BETWEEN
  • ANASTORY [END]

⚠️FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ [ Berkomentar dengan sewajarnya, hargai siapapun orangnya dan apapun yang ia tulis ] Belum di revisi. [TANDAI TYPO!!] ________ Carilah orang-orang yang bisa membawa kamu ke jalan yang seharusnya kamu lewati untuk sampai pada tujuan yang baik. Banyak orang jahat berkeliaran hanya untuk kesenangan mereka pribadi, bahkan dalam keluarga sendiri pun masih sering orang yang melampiaskan masalahnya pada anggota keluarga yang tidak tahu apa-apa. Dan diposisi inilah aku hidup sebagai anak perempuan tunggal kaya raya, tetapi miskin kasih sayang. Sampai akhirnya, aku dipertemukan dengan seorang lelaki tangguh yang mengubah kehidupan ku hampir sepenuhnya. Ia benar-benar berbeda dari ayahku, padahal banyak sekali orang yang mengatakan bahwa jodoh seorang anak perempuan adalah cerminan dari seorang ayahnya. Aku sempat percaya dan takut dengan pepatah itu, sampai aku tidak menginginkan berjodoh dengan siapapun karena takut jodohku sama dengan watak ayahku. Namun nyatanya, itu hanyalah tipu daya manusia. Aku sekarang tidak akan percaya dengan pepatah yang belum tentu ada buktinya. Meskipun begitu rumornya, aku akan tetap menyayangi kedua orang tuaku yang telah membesarkanku. Aku pikir penderitaan ku cukup sampai disitu, Namun ternyata aku salah besar. Ada saatnya kita ditinggalkan oleh orang-orang yang kita sayang selama di dunia ini, mereka telah kembali pulang ketempat yang sudah seharusnya menjadi rumah terakhir. Tidak ada yang abadi di dunia ini, semuanya hanya sementara, tinggalah tanah yang rata dengan dunia. Aku tidak sekuat dan seberuntung orang lain diluaran sana, selalu ada saja cobaan yang mendatangiku satu-persatu. Aku selalu berjuang mati-matian untuk kehidupan ku sendiri agar merasa lebih baik dari sebelumnya, tapi tetap saja aku tak pandai menyelesaikannya, aku berusaha untuk hidup dan bangkit sendiri dari keterpurukan ini. WARNING!: DILARANG COPY/PASTE CERITA INI KARNA INI MURNI KARYA SAYA, JIKA ADA YANG COPPAST LAPORKAN KEPAD

More details
WpActionLinkContent Guidelines