Love In Motion

Love In Motion

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 13, 2025
Aku pernah percaya bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang nyata, bahwa aku bisa merasakan hangatnya cinta dan ketenangan. Namun, satu kejadian mengubah segalanya. Hari itu, aku kehilangan semuanya-keluargaku, teman-temanku, group kpop yang aku sukai, bahkan kepercayaan diriku sendiri. Semua yang dulu membuatku tersenyum kini terasa seperti kenangan samar yang perlahan memudar. Yang tersisa hanya rasa sakit, kesepian, dan pertanyaan: apakah aku masih layak untuk bahagia? Aku mencoba bertahan, tapi semakin hari, beban ini semakin berat. Aku lelah. Aku ingin menyerah. Apa gunanya bertahan jika dunia hanya memberiku luka? Aku bahkan sudah tidak yakin apakah aku bisa mempercayai siapa pun lagi. Setelah apa yang mereka lakukan padaku... setelah pengkhianatan itu... bagaimana aku bisa percaya? Namun, di antara gelapnya duniaku, hanya ada satu cahaya kecil yang membuatku bertahan-dia. Satu-satunya orang yang tetap di sisiku, yang menggenggam tanganku ketika aku terbaring lemah di rumah sakit, yang meyakinkanku bahwa aku tidak sendirian. Dia adalah satu-satunya alasan aku masih di sini. Tapi... sekarang dia menghilang. Saat aku membuka mata, tempat di sampingku kosong. Tidak ada jejak kehangatan yang biasa ia tinggalkan. Aku mencari ke seluruh ruangan, berharap itu semua hanya perasaanku. Namun, semakin lama aku menatap sekeliling, semakin besar rasa takut yang menyergapku. Apakah itu semua hanya mimpi? Apakah dia benar-benar ada, atau hanya ilusi yang diciptakan pikiranku yang putus asa? Dimana kamu? Jangan tinggalkan aku... aku tidak bisa sendiri... tidak lagi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Black Out III
  • Kamu [SELESAI]✔
  • Self Injury's(complete)✔
  • IF YOU
  • You're Here, But Not For Me
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • ALVIN (On Going)
  • Mahligai Sunyi
  • "So She Would Live" (The End)✓✓

"Ini mati listrik yang... luar biasa..." -Sungwoon- "Apa ini perbuatan alien?!" -Minhyun- "Kenapa kalian begitu histeris?" -Jaehwan- "Apa dia masih hidup?" -Woojin- "Tidaaak!!!" -Seongwoo- "Tidak! Aku buta!" -Daniel- "Tubuhnya tidak bergerak sama sekali, merespons juga tidak!" -Guan Lin- Sungguh malam Minggu yang hebat. Dalam benak kami terlukis sebuah pemandangan indah di malam Minggu, meski para jomblo konon menderita pada malam tersebut oleh kutukan yang terkadang sulit dicabut itu. Malam ini berbeda 180 derajat, tak pernah seumur hidupku terbayang akan malam menakjubkan ini. Kalangan yang takut akan malam ini tak hanya kami yang masih lajang, mereka-mereka yang sedang menjalani hubungan pun tak akan absen dalam memproduksi jeritan. Apa hanya jeritan? Mungkin air mata pun ikut serta. Beruntung sekali diriku masih waras setelah mengarungi malam yang panjang ini. Hanya rembulan dan cahaya ponsel sebagai alat bantu kami dalam petualangan di kegelapan. Kisah yang tertuang pada malam ini benar-benar di luar nalar. Siapa sangka berdiam di dalam rumah itu aman? Siapa sangka yang tadinya kawan bisa menjadi musuh? Siapa sangka yang baru saja tersenyum tulus tiba-tiba menancapkan pisau ke dada kita satu detik kemudian? Siapa sangka orang yang satu menit lalu berbincang bersama kita, satu menit kemudian ia ditemukan sudah terkapar di lantai dengan tubuh bersimbah darah? Bahkan seorang peramal pun tak akan sanggup menerawang perihal untaian kejadian malam ini dengan tepat. Hanya Tuhan yang tahu akan misteri itu. Di sini kami melewati malam ini dengan mempertahankan nyawa. Aku dan kumpulan lelaki tersebut sungkan tak sungkan harus ikut menyumbangkan cerita kami untuk malam ini, atau mungkin menyumbangkan jiwa dan raga? Tak ada yang tahu. -Sua (Reader/OC)- *CERITA MENGANDUNG KEKERASAN. MOHON UNTUK TIDAK DITIRU.

More details
WpActionLinkContent Guidelines