Nama Baik, Nama Sialan!

Nama Baik, Nama Sialan!

  • WpView
    Reads 182
  • WpVote
    Votes 77
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 15, 2025
Dero tak butuh masalah lagi. Setelah insiden tawuran menghancurkan hidupnya, ia hanya ingin menjalani hari tanpa ribut, tanpa drama, tanpa harus menatap bahaya di ujung lorong. Tapi SMA Negeri Harapan Bangsa menertawakan harapannya mentah-mentah. Di sini, uang bisa membeli segalanya-nilai, hukuman, bahkan nasib seseorang. Mau bertahan? Harus tunduk. Mau aman? Tutup mulut. Dero ingin percaya kalau ia bisa menghindar, tapi sayangnya, dunia tak pernah membiarkan penonton duduk diam terlalu lama. Dan sialnya, ketika nama baiknya kembali dipertaruhkan, Dero sadar satu hal: ada harga yang lebih mahal daripada sekadar kalah.
All Rights Reserved
#12
mencarijatidiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • VIOLAND [TERBIT]
  • Aku Ingin Bercerita
  • Changing Me [Completed✔]
  • hay mantan !!
  • Diary Duri [END]
  • 「 Our Life 」
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • Elegi Rasa : Pergi
  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • Juan [REVISI]

[BEBERAPA PART DIHAPUS DEMI KEPENTINGAN PENERBITAN] * Hidup yang penuh tantangan karena kedua orang tuanya sudah pergi meninggalkan Violin Shakila sejak ia menduduki bangku SMP. Bermodalkan nekat, ia tetap berjuang melanjutkan hidup sebatang kara. Ia ingin mewujudkan impian kedua orang tuanya. Bekerja seakan menjadi kewajiban agar tetap hidup tanpa kedua orang tua. Hidup Violin tersusun rapi tanpa ada keluh yang terucap. Perempuan yang kerap disapa Violin mampu menyihir banyak lelaki yang mendekatinya. Terlalu banyak sampai Violin memilih seseorang yang paling pantas untuknya. Seorang lelaki yang membantunya bisa sembuh dari penyakit yang ia derita. Perjuangan untuk sembuh dari penyakit itu, membuat lelaki itu ikut berjuang juga untuk mendapatkan hati Violin dengan sulit. "Dunia itu susah untuk dikejar. Padahal aku nggak mageran! Apalagi mereka yang mageran, apa kata dunianya?" Bertahun-tahun, Violin sama sekali tidak menunggu akan hadirnya sosok lelaki baik, berhati buaya darat. "Sudah terlanjur dekat, terlanjur jatuh. Tinggal tancap gas menuju ke pelaminan." Ternyata hidup yang dibayangkan olehnya tidak selancar dulu, banyak hambatan yang harus disingkirkan. Hidup yang dulu indah, kini berubah menjadi sampah. Akan kah Violin masih terus melanjutkan perjuangannya sebagai seorang sarjana tanpa hadirnya? Atau berhenti sebagai mahasiswi pecundang? "Ingat, aku hanya mau kita melangkah bersama-sama sampai akhir! Aku, kamu dan keluarga kita!" ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines