Antara Kopi, Deadline, dan Kamu

Antara Kopi, Deadline, dan Kamu

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 6, 2025
Hidup Theres bisa diringkas dalam tiga kata: 'teratur, terencana, dan... tertekan'. Sebagai wanita karier ambisius di sebuah perusahaan media, Theres terbiasa mengendalikan segalanya-mulai dari jadwal rapat, daftar tugas harian, hingga detail kecil seperti warna sticky notes di mejanya. Baginya, hidup adalah soal disiplin dan target. 'Tidak ada ruang untuk hal-hal tak terduga... apalagi soal cinta.' Tapi semua berubah ketika secangkir kopi tumpah mengacaukan harinya-dan pelakunya adalah seorang pria asing dengan senyum santai dan jaket hijau kusam bernama Daniel. Dia ceroboh, tidak terorganisir, dan terlalu santai untuk orang yang punya tenggat waktu. Theres menganggapnya sebagai gangguan kecil dalam hidupnya yang sibuk. Sayangnya, "gangguan kecil" itu ternyata adalah ilustrator baru di proyek penting yang harus Theres pimpin. Terjebak dalam kerja sama yang tak terhindarkan, mereka seperti kutub magnet yang bertolak belakang-selalu bertabrakan, penuh perbedaan, tapi entah kenapa... sulit untuk benar-benar menjauh. Di tengah tumpukan deadline, presentasi penting, dan secangkir kopi yang tak pernah cukup, Theres mulai menyadari bahwa Daniel bukan sekadar rekan kerja yang menyebalkan. 'Dia adalah jeda yang tak pernah Theres sadari dia butuhkan.' Namun, hidup bukan film romantis. Ada kesalahpahaman konyol, ego yang terlalu tinggi untuk mengaku jatuh cinta, dan ketakutan menghadapi perasaan yang tak bisa diatur dalam daftar prioritas. Bisakah dua orang dengan dunia yang begitu berbeda menemukan titik temu? Atau akankah mereka tetap menjadi dua cangkir kopi yang hanya berdampingan tanpa pernah benar-benar menyatu? "Antara Kopi, Deadline, dan Kamu" adalah kisah tentang tawa, cinta, dan bagaimana seseorang yang paling membuatmu kesal bisa jadi orang yang paling sulit dilupakan.
All Rights Reserved
#13
romanceoffice
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It Takes Two To Tango
  • Langit di Antara Kita
  • Cerita Kopi
  • Guéris-Moi
  • A-KU & A-MU
  • The Chronicle of 35 year old woman
  • Latte but Make it Love
  • Satu Atap, Satu Hati

Untuk yang mau baca PART LENGKAPnya bisa baca di KaryaKarsa dan Playstore ya! Mencintai seorang wanita yang lebih tua bukanlah impian Nero Ganendra Goldman. Terlebih, ia tidak ingin jatuh cinta lagi setelah cinta tak terbalasnya selama bertahun-tahun. Akan tetapi, takdir selalu mempunyai rahasianya sendiri. Pertemuan tidak terduga antara dirinya dengan Viola Aleyna Widjaya di perpustakann kantornya, telah membuat hati Nero mencair. Gadis cerdas, cerewet, dan juga keras kepala itu berkali-kali bersinggungan dengan dunianya, dan menjadi sahabat baik yang selama ini tidak pernah ia miliki. Dan tiba-tiba, gadis itu datang membawa sebuah lamaran untuknya... Menjalin hubungan dengan seseorang, apalagi menikah, bukanlah tujuan hidup Viola. Meskipun berasal dari keluarga yang bahagia, ia tahu jika ia tidak membutuhkan seorang pria di sisi wanita sukses sepertinya. Namun, perjumpaannya dengan pria dingin dan menawan itu telah menggoyahkan prinsip hidupnya. Terlebih, pria itu memiliki kemampuan meracik kopi yang membuat Viola ketagihan. Lalu, satu keadaan memaksanya untuk mengambil keputusan cepat untuk menikah. Jika ada seseorang yang sangat cocok untuk menjadi suaminya, orang itu adalah Nero. Pria itu bisa membuat kopi yang enak, bisa menjadi temannya, dan pasti akan menjadi suami yang baik baginya meskipun pernikahan itu tidak didasari oleh cinta. Namun, satu yang tidak Ola sadari adalah bahwa ia sudah terjerat dalam pesona Nero sejak pertama kali ia mencicipi kopi buatan pria itu. Cinta tidak harus muncul dalam situasi romantis, cinta juga bisa muncul dari sebuah perdebatan, dan juga secangkir kopi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines