"Langit tak Mendengar" tapi Allah Maha Pengasih  juga penyayang

"Langit tak Mendengar" tapi Allah Maha Pengasih juga penyayang

  • WpView
    MGA BUMASA 23
  • WpVote
    Mga Boto 2
  • WpPart
    Mga Parte 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sun, Aug 10, 2025
Pernah mendengar salah satu judul lagu yang dinyanyikan oleh Peterpan yang sekarang bernama Noah yaitu " Langit tak mendengar" episode kali ini mengisahkan tentang sepasang kekasih yang bernama Satria dan Nurmala yang sedang merasakan keputusasaan saat menghadapi ramalan kuno tentang bencana yang mengancam desa mereka. Namun, berbeda dengan lirik lagu tersebut, mereka tidak menyerah pada keputusasaan. Mereka percaya bahwa meskipun "langit tak mendengar" keluhan manusia, namun Allah SWT Maha Mendengar dan Maha Penyayang. Perjalanan mereka dalam mencari artefak di gua terlarang tersebut menjadi ujian iman dan persahabatan. Berbagai Rintangan fisik dan konflik batin menguji batas kemampuan mereka, namun doa, tawakal, dan kebersamaan membimbing mereka menemukan kekuatan dan hikmah di balik setiap cobaan. Kisah inspiratif kali ini penulis ambil berdasarkan kisah nyata, untuk menunjukkan bagaimana nilai-nilai keislaman dapat menjadi pedoman dalam menghadapi takdir, bahkan ketika harapan terasa sirna. selamat membaca dan semoga bermanfaat Barakallah ( Update apabila ada cerita baru lagi)
All Rights Reserved
#3
nurmala
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • RENJANA DERANA [END]
  • Antara Bulan dan Bintang
  • Menyusun Cerita Dibawah Kanopi [On Going]
  • MANA JANJI MU GUS?!
  • Catatan Tentang Hujan
  • LangTari (Sudah Terbit)
  • Langit Langit Damaskus Bersaksi

Hati yang Setia selalu merunduk-merendah mencari jalan-jalan terang dalam hidup, dan disaatnya LANGIT pasti akan menunjukan jalan Kesetiaannya. Cinta sejati tak akan lekang oleh waktu. Namun akan kembali dengan cara yang menakjubkan. Rakha dan Kinanti bagai layang-layang kembar. Terbang tinggi ke langit menembus awan tertinggi memohon diturunkan Cahaya untuk menerangi hati yang sepi pada Kerinduan yang tidak pernah bertepi. Diatas perahu di Selat Bali, Rakha hanya memandang gerak Langit, senyap dalam doa. Tiba-tiba tampak Langit Terbelah Cahaya Purnama. "Ooh Betapa Agungnya Engkau Maha Tercinta... " Kinanti berjalan menghitung langkah satu demi satu, menatap lembayung senja yang melintasi bebukitan hijau yang mulai menua. "Aishiteru Rakhaaa... Kamu dimana !!!" Langit pun terpaksa menangis... Bersama deru hujan yang datang kejar-mengejar dengan suara Angin yang berhembus kencang. "Kin ! .. KUA terdekat dimana? Bisa nggak kita daftar malam ini juga?" Rakha mulai serius menggoda pada pertemuannya yang baru berselang sekian menit. "Hayu, siapa takut?. Kita cari dulu muka yang tampangnya alim untuk jadi saksi nikah kita ya?"

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman