Jejak yang Tertinggal

Jejak yang Tertinggal

  • WpView
    OKUNANLAR 16
  • WpVote
    Oylar 1
  • WpPart
    Bölümler 3
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Pzt, Mar 10, 2025
Pernahkah kau merasa tak mampu melupakan seseorang dalam hidupmu? Seseorang yang, entah bagaimana, begitu melekat di hati hingga rasanya mustahil untuk menggantikannya. Kamu mencoba, berkali-kali, dengan segala cara yang kamu bisa. Layaknya jejak yang tak dapat terhapus, pikiranmu kembali padanya. Selalu padanya. Kisah ini bermula di bangku sekolah menengah yang.. mungkin terdengar naif dan sederhana kala itu. Masa yang sering dianggap konyol dan penuh kebodohan remaja. Bahkan ketika waktu berlalu, ketika usia semakin dewasa dan langkahmu hampir mencapai gerbang kelulusan kuliah, perasaan itu tetap ada. Ketika nalar seharusnya telah lebih matang, perasaan itu tetap bersemayam. Ia menolak pergi. Seperti bayangan yang enggan meninggalkanmu, ia terus bertahan di sudut hatimu. Ada rasa bersalah di sana. Penyesalan yang tak kunjung selesai. Semua itu bercampur menjadi frustasi yang datang tanpa permisi, seperti badai yang tak menemukan ujung cakrawala. Kekosongan pun merayap, meninggalkan lubang dalam hati, seolah telah kehilangan sesuatu yang sangat berharga namun tak pernah benar-benar bisa kamu genggam. Lalu, tanpa disadari, diri ini terus saja terjebak dalam lingkaran perbandingan yang tak mungkin dimenangkan. Membandingkan hal-hal yang tak akan pernah bisa dicapai, memupuk angan-angan yang terlalu tinggi, dan berandai-andai seolah kenyataan bisa diubah. Seakan-akan menipu diri sendiri dengan harapan semu bahwa semua itu mungkin terjadi. Namun, kenyataannya, tak ada yang berubah. Semua tetap sama. Kenyataan pahit itu selalu ditolak, ditendang jauh-jauh dari pikiran, tetapi pada akhirnya harus diterima dengan paksa. Seperti menelan pil pahit yang tak bisa dihindari. Pada akhirnya, mampukah kita dengan tulus melepaskan seseorang yang begitu sulit dilupakan? Atau justru bayangannya akan terus tinggal, mengisi setiap sudut hati dan pikiran kita? Seperti kenangan yang enggan pudar meski waktu terus berjalan.. selamanya?
Tüm hakları saklıdır
#96
sorrow
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • The Kidnapper
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • You're Here, But Not For Me
  • Nayara [ TERBIT ]
  • I'm okay (END)
  • Hopeless
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Cerita Tentang Kita
  • Another Me

[BIG REVISION] + [FAST UPDATE] "Karena hidup tidak akan selalu seperti apa yang kau inginkan" Kau tahu setelah semua ini, kata-kata itulah yang paling dan selalu aku ingat. Terkadang ini menyakitkan saat kau tahu 'dia' datang dengan cara yang salah, di waktu yang salah, dan dengan semua hal yang dibawanya adalah salah. Saat kau mencintai seseorang dan dia hanya mempermainkan mu Saat semua terasa hancur dan saat itu juga 'dia' datang dengan cara yang salah, yang membuat semuanya semakin hancur Tapi saat 'dia' mencoba untuk memperbaiki semuanya, memperbaiki hati yang telah hancur ini. Akankah 'dia' berhasil? Semua ini berjalan begitu saja tanpa dapat kita ketahui apa yang akan terjadi berikutnya. Dan aku pun tak tahu apa yang akan terjadi. Akankah aku memaafkan nya atau tidak? Karena seperti semua orang mengatakan "Sekalinya kau meremukkan sebuah kertas, dia tidak akan bisa kembali seperti semula" Namun di sisi lain sebuah pendapat bertolak belakang mengatakan "Karena cinta yang tulus adalah obat segalanya" Kau tahu hidup itu sulit begitu juga cinta. Kita sama - sama tidak akan pernah dapat mengetahui apa yang akan terjadi. Entah mengapa 'hidup' dan 'cinta' bagaikan sesuatu yang tidak terpisahkan dan tidak bisa ditebak seperti dalam sebuah "PUZZLE" --- It's hard when u start to talk about it. So just see what will happen.. WELCOME TO MY LIFE

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi