Surat untuk Kakak

Surat untuk Kakak

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 12, 2025
Ini adalah kisah yang tertuang dalam untaian kata dan kalimat. Cerita yang tak terucap, rindu yang terpisah oleh raga, serta kehidupan yang berjalan di jalur berbeda. Sejak kepergianmu, rinduku tetap sama, cintaku tak berubah, dan kasih sayang ini masih utuh. Pelukanmu tak lagi terasa, kehadiranmu dalam mimpi pun semakin pudar, atau mungkin rindu ini hanya bertepuk sebelah tangan. Apakah dari atas sana kau melihatku? Apakah rinduku terhalang langit? Ataukah ini tanda bahwa aku mulai mengikhlaskan kepergianmu, Kak? Lima tahun berlalu, tapi aku masih berbicara seolah kau ada di hadapanku. Aku mendekap diri sendiri, membayangkan kehangatan pelukanmu. Aku mengusap kepalaku, seakan tanganmu masih di sana. "Kak, aku rindu." Cerita ini bukti dari isi hati yang tak mampu kuungkapkan. Cerita yang terus berputar di benakku, kata-kata yang hanya ingin kusampaikan padamu. Selamat membaca dan jangan terlalu dipikirkan. Ini hanya tentang aku, kita, dan rindu seorang adik kepada kakaknya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GREENSTA [END]
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • I Love You
  • Rasa Tanpa Kata
  • Rindu Yang Tak Pernah Diam
  • You Are The Reason
  • Antara Aksara dan Kata
  • Seratus Meter Dari Hatimu
  • [END] Blind Rainbow

SUDAH TERBIT! TERSEDIA DI ONLINE SHOP 115k!! DAN TERSEDIA DI KARYAKARSA! "Aku memutuskan untuk mencintainya, jadi aku harus siap untuk menerima segenap luka yang akan ia ciptakan." -Grista Gabriel- "Lo udah gak cantik, gak punya akhlak dan kali ini lo udah gak suci dimata gua!" "Inget Gris! Gua akan buang lo setelah gua puas buat lo menderita!" "Aku menghemat seluruh napas dan ludahku, hanya ingin untuk bertukaran dengan mu, Grista." -Green Affando- Ini kisah kami, dua insan yang bertahan selama 365 hari. Bukan sekadar satu tahun biasa, tapi tentang bagaimana aku bisa bertahan dengan sikapnya yang berbeda dari pria lain. Bagaimana ia tetap mempertahankanku meski menciptakan suasana yang begitu membosankan. Dia mendiamkanku, menciptakan luka, dan mematahkan cinta yang telah kurangkai. Bertahan dengannya tak pernah mudah. Ia meninggalkanku dengan orang lain, tapi saat aku ingin pergi, dia justru semakin menyakitiku. Semakin lama bertahan, semakin besar luka yang kuterima hingga sulit kuselesaikan. Ketakutanku akan kesendirian malah menghancurkan hidupku, penuh air mata. Ini bukan kisah cinta yang indah. Bukan tentang pria yang melindungi wanitanya. Bukan cinta yang tulus, setia, atau bebas rahasia. Bahkan hukum alam dan negara seakan ingin mengakhiri semuanya. Mencintainya membawaku dekat pada kehancuran sekaligus memberiku kekuatan untuk bangkit dan melihat dunia dengan mata baru. Di balik kisah yang penuh luka ini, tersembunyi rahasia gelap yang menanti terungkap. Seseorang di antara mereka terlalu mahir menyembunyikan niat jahat-merancang kehancuran di balik topeng pesona. Saat malam menjadi saksi, jejak darah dan kebohongan perlahan terkuak. Namun, tak ada yang benar-benar tahu siapa dalangnya. Ini bukan sekadar kisah cinta yang rumit, tetapi perjalanan menuju kebenaran yang menakutkan. Di antara Grista, Green, atau bayangan yang mengintai mereka, tersembunyi sosok dengan hati iblis yang siap menghancurkan segalanya. WARNING [18+]

More details
WpActionLinkContent Guidelines