Surat untuk Kakak

Surat untuk Kakak

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 12, 2025
Ini adalah kisah yang tertuang dalam untaian kata dan kalimat. Cerita yang tak terucap, rindu yang terpisah oleh raga, serta kehidupan yang berjalan di jalur berbeda. Sejak kepergianmu, rinduku tetap sama, cintaku tak berubah, dan kasih sayang ini masih utuh. Pelukanmu tak lagi terasa, kehadiranmu dalam mimpi pun semakin pudar, atau mungkin rindu ini hanya bertepuk sebelah tangan. Apakah dari atas sana kau melihatku? Apakah rinduku terhalang langit? Ataukah ini tanda bahwa aku mulai mengikhlaskan kepergianmu, Kak? Lima tahun berlalu, tapi aku masih berbicara seolah kau ada di hadapanku. Aku mendekap diri sendiri, membayangkan kehangatan pelukanmu. Aku mengusap kepalaku, seakan tanganmu masih di sana. "Kak, aku rindu." Cerita ini bukti dari isi hati yang tak mampu kuungkapkan. Cerita yang terus berputar di benakku, kata-kata yang hanya ingin kusampaikan padamu. Selamat membaca dan jangan terlalu dipikirkan. Ini hanya tentang aku, kita, dan rindu seorang adik kepada kakaknya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 74/366
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • You Are The Reason
  • GREENSTA [END]
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Seratus Meter Dari Hatimu
  • The Grey Of SAKARUNA
  •  Mengikhlaskanmu Di Ujung Senja (PROSES REVISI)
  • JAM 3 SORE
74/366

Arifah, yang dikenal dengan sikapnya yang ceria, mulai merasakan debar aneh setiap kali tatapannya bertemu dengan seorang adik kelas yang misterius. Pertemuan singkat di lorong sekolah, senyum samar, dan pesan singkat menjadi momen kecil yang menghangatkan harinya. Awalnya, itu sudah cukup baginya. Namun, perasaan itu perlahan tumbuh menjadi harapan akan kedekatan yang lebih nyata. Tanpa ia sadari, sang adik kelas masih terikat bayang-bayang masa lalu yang menciptakan jarak di antara mereka. Kini, Arifah dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan dalam hubungan tanpa kepastian, atau mundur sebelum perasaannya semakin dalam dan berujung luka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines