Karya ini mengisahkan perjalanan liburan dari para penghuni Kos Lembah Manah angkatan pertama, angkatan Amaris si Kepala Suku.
Kegiatan yang direncakan berlangsung selama 7 hari 6 malam, diharapkan dapat memberikan kenangan yang membekas. Memori manis yang tak terlupakan adalah tujuan utamanya.
Namun, apa jadinya jika harapan memori manis digantikan dengan memori yang mengerikan?
Apa yang terjadi dengan Amaris dan pengkos KLM lainnya?
Akankan Pram dan kawan-kawan akan tetap menghabiskan jatah sewa villa?
Atau justru kabur melarikan diri?